Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Sorotan Bandara Bali Utara, Ini Analisis MTI dan 4 Indikator Bandara Kapasitasnya Telah Penuh

Melalui Bandara Bali Utara, Prabowo Subianto berharap Bandara tersebut dapat menjadi pusat transportasi udara berstandar internasional, mirip seperti

Tayang:
Tribun Bali
Ilustrasi tempat pembangunan Bandara Bali Utara 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Rencana pembangunan Bandara Bali Utara di Kabupaten Buleleng diketahui telah mendapatkan restu dari Presiden Republik Indonesia, Prabowo Subianto.

Tetapi, pengembangan bandara baru di Provinsi Bali tentu membutuhkan pertimbangan sejumlah faktor penting, termasuk kapasitas Bandara Ngurah Rai yang saat ini menjadi satu-satunya bandara internasional di Pulau Dewata.

Baca juga: Klarifikasi Kubu De Gadjah Ihwal Statement New Singapore Bandara Bali Utara, Koster Sebut Alasannya

Analisis tersebut dibeberkan oleh Ketua Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Wilayah Bali, I Made Rai Ridartha.

Melalui Bandara Bali Utara, Prabowo Subianto berharap Bandara tersebut dapat menjadi pusat transportasi udara berstandar internasional, mirip seperti ‘New Singapore’. 

Ridartha menekankan bahwa ide tersebut bukan berarti Bali akan dibuat menyerupai Singapura atau Hongkong, melainkan sistem operasional bandara yang rapi dan efisien seperti di bandara-bandara tersebut.

"Dua hal yang perlu diperhatikan dalam pernyataan itu adalah pertama pembangunan bandara Bali Utara dan kedua adalah 'new Singapura'. Tentu kita bisa melihat secara kasat mata apakah Bali memang membutuhkan bandara baru selain Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai di Selatan," katanya pada, Senin 11 November 2024. 

Ridartha menjelaskan empat indikator yang dapat digunakan untuk menentukan apakah suatu bandara telah mencapai kapasitas penuh.

Indikator pertama adalah waktu tunggu di dalam pesawat untuk take off, yang menunjukkan kepadatan lalu lintas penerbangan.

"Jika kita sudah boarding dan menunggu waktu take off cukup lama, itu berarti ada antrian pesawat yang akan memasuki runaway," jelasnya.

Baca juga: Koster Respons Cepat Rencana Presiden Prabowo Bangun Bandara Bali Utara

 Indikator kedua adalah situasi di dalam terminal.

Jika terlihat ramai dan banyak penumpang yang kesulitan mendapatkan tempat duduk, hal ini juga menunjukkan tingginya kepadatan.

"Di dalam terminal terlihat ramai dan sibuk bahkan banyak calon penumpang yang mungkin tidak dapat tempat duduk," tambahnya.

Indikator ketiga adalah lalu lintas di luar terminal, termasuk kepadatan di area parkir.

Sedangkan indikator keempat adalah situasi lalu lintas di sekitar bandara.

Jika terdapat kemacetan yang signifikan di luar bandara, hal ini menunjukkan tingginya mobilitas menuju dan dari bandara.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved