Pilkada Klungkung
Dorongan Kuat Masyarakat, Alasan Made Satria Maju Menjadi Calon Bupati Klungkung
Hal ini dikarenakan Made Satria memiliki keunggulan tersendiri, dibandingkan calon lainnya utamanya dari dua pasangan calon lainnya.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Sosok Calon Bupati (Cabup) Klungkung, I Made Satria, asal Banjar Sental Kangin, Desa Ped, Nusa Penida, Klungkung ternyata maju menjadi Klungkung 1 bukan atas kemauannya sendiri, akan tetapi dorongan dari masyarakat, khususnya di Nusa Penida.
Hal ini dikarenakan Made Satria memiliki keunggulan tersendiri, dibandingkan calon lainnya utamanya dari dua pasangan calon lainnya.
Seperti dikatakan salah satu tokoh asal Nusa Penida, I Wayan Kirim, mengakui bahwa Made Satria dan adiknya Ketut Leo memang sudah membantu masyarakat sejak sebelum menjadi seorang DPRD Klungkung.
Baca juga: PAS Ajak Influencer Marshel Widianto & Celine Evangelista Kenali Potensi Pertanian di Bali Utara
Baca juga: Rekor Pertemuan Timnas Indonesia vs Jepang, Tim Garuda Terakhir Menang 43 Tahun Lalu
“Kami mendorong kenapa tidak maju menjadi Bupati Klungkung, dan gayung bersambut beliua mendapat restu dan saat ini maju menjadi calon bupati untuk mewujudkan Klungkung yang lebih baik kedepannya,” kata Kirim, Selasa (12/11/2024).
Kirim menyebut, Made Satria dan adiknya menata kawasan Cristal Bay, menjadi asri karena kawasan ini ada kawasan yang disucikan yakni Pura Penida sebagai cikal bakalnya Pulau Nusa Penida.
“Pak Ketut Leo melihat banyak pedagang berserakan tidak jelas, dan merusak pemandangan alam, kemudian direlokasi jadi satu dengan menggunakan dana pribadinya,” imbuhnya.
Tokoh lain, I Nyoman Sadru menyebut yang dilakukan selama ini sudah puluhan miliar uang dikeluarkan untuk kegiatan yadnya dan kemanusiaan oleh dua sosok ini.
“Pembangunan pura, pelaksanaan karya agung, membantu ribuan orang mencari kerja, menata infrastruktur, banyak lagi buktinya kami tidak bisa bayangkan ada orang seperti itu mau membantu secara ikhas dengan dana pribadinya,” ungkap Sadru.
Sementara I Made Satria mengatakan tidak ingin mengecewakan keinginan masyarakat sehingga rela menanggalkan kursinya di DPRD Klungkung untuk maju calon bupati dari PDI Perjuangan.
“Untuk itu program yang kami jalankan kedepan bersama Tjokorda Gde Surya Putra adalah program ungulan yang realistis, untuk kemajuan Klungkung dan peningkatan kesejahteraan masyarakaratnya,” kata Satria.
Satria menyebut tidak canggung untuk meneruskan program yang sudah bagus, yang dijalankan oleh I Nyoman Suwirta saat menjabat 2 periode sebelumnya, seperti bantuan ngaben, santunan kematian, program inovasi bima juara, hingga peningkatan tunjangan para pegawai baik guru maupun ASN di Klungkung.
“Semua program yang kami bawa lagi, dikembangkan dan dinaikkan anggarannya serta yang terpenting adalah peningkatan Pendpatan asli daerah Klungkung sebesar 110 persen, bahkan tidak muluk jika saya menyebut sampai Rp 1 triliun saat kawasan Pusat Kebudayaan Bali (PKB) berjalan,” jelas pria 52 tahun, kelahiran 18 April 1972 ini.
Untuk mewujudkan semua itu, Satria mengajak masyarakat Klungkung untuk hadir ke TPS masing-masing pada 27 November 2024 untuk memilih paket Satriya dengan nomor urut 2. “27 November, 2 yang dituju,” tandasnya. (*)
Angka Golput dan Tidak Sah di Klungkung Lebih Tinggi dari Raihan Suara Astaguna atau Jaya |
![]() |
---|
Hasil Pleno Rekapitulasi Pilkada di Klungkung, Koster-Giri dan Satriya Unggul |
![]() |
---|
Banyak Acara Adat Saat Hari Pencoblosan, Partisipasi Pemilih di Klungkung Belum Sesuai Target |
![]() |
---|
Juliarta Lapang Dada, Paslon Satriya Unggul Hitung Cepat Pilkada Klungkung 2024, Kasta Berpesan Haru |
![]() |
---|
GAK Bisa Tidur, Ketut Juliarta Mengakui Itu Jelang Pencoblosan, Siap Rangkul Semua Pihak Jika Menang |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.