Berita Badung
Ada Tangki Besar di Mobil Mafia BBM Milik Putu Miasa, Beli Pertalite di SPBU lalu Dijual ke Warung
Putu Miasa (51) memodifikasi mobilnya dengan membuat tangki besar dan membeli pertalite subsidi lalu menjual ke warung-warung kelontong.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM - Putu Miasa (51) memodifikasi mobilnya dengan membuat tangki besar.
Ia kemudian membeli pertalite subsidi.
Setelahnya ia menjual ke warung-warung kelontong Madura.
Miasa yang merupakan warga asal Desa Blahkiuh, Kecamatan Abiansemal, Badung, Bali ini membeli Pertalite di sejumlah SPBU dan menjualnya lagi Rp 11.000 sampai 11.500 per liter.
"BBM Subsidi bisa dicuri dengan memodif kendaraan. Untuk pemantauan terus kami lakukan untuk mengantisipasi pencurian BBM bersubsidi," ujar, Kapolres Badung, AKBP Teguh Priyo Wasono, Senin 18 November 2024.
Teguh menjelaskan, Miasa membeli pertalite dengan menampungnya ke tangki berukuran besar di dalam mobil jenis Daihatsu Espass dan Toyota Kijang yang dimodifikasi.
Kemudian BBM dari tangki disalurkan ke jeriken menggunakan pompa listrik.
Lalu ia menjualnya secara eceran.
Baca juga: VIDEO Polisi Masih Selidiki Kasus Penemuan Mayat Bersimbah Darah di Taman Pancing Denpasar Bali
"Jadi karena mobilnya dimodifikasi dengan membuat tangki dengan pelat besi berkapasitas 500 liter," jelas Teguh.
Miasa membeli pertalite di sejumlah SPBU di Badung secara acak dengan harga Rp 10.000 per liter.
Setelah itu dia jual lagi hingga paling mahal Rp 11.500 per liter ke warung-warung. "Satu liter itu dapat untung Rp 1.000 hingga Rp 1.500. Jadi pencurian ini sudah lama dia lakukan," jelasnya.
Kasatreskrim Polres Badung, AKP Muhammad Said Husein mengatakan, kasus ini terungkap bermula dari kecurigaan polisi bahwa ada mobil bertangki besar mengangkut pertalite ke warung-warung.
Setelah melakukan patroli, ditemukan mobil milik Miasa di pom mini di Desa Belahkiuh.
"Miasa tidak menimbun BBM itu, melainkan langsung menjual habis ke warung-warung. Aksi itu dilakukan sendiri sejak setahun lalu," ucapnya.
Polisi masih menghitung keuntungan Miasa selama menjadi mafia BBM ini.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.