Berita Badung
Badung Kucurkan Rp6 Miliar untuk Bantuan Dana Stimulan Bencana
Pemerintah Kabupaten Badung telah menyalurkan bantuan dana stimulus bencana pada tahun 2024.
Penulis: I Komang Agus Aryanta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Badung Kucurkan Rp6 Miliar untuk Bantuan Dana Stimulan Bencana
TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Pemerintah Kabupaten Badung telah menyalurkan bantuan dana stimulus bencana pada tahun 2024.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Badung mencatat total pencairan dana stimulan bencana hingga September 2024 mencapai Rp6.231.546.000.
Dana tersebut telah disalurkan melalui lima tahap sejak Januari 2024. Bahkan sampai akhir tahun ini BPBD Badung masih melakukan pendataan terkait bencana yang belakangan ini terjadi di Gumi Keris.
Baca juga: Progres Pembangunan Jembatan Tukad Badung Desa Pemogan 85,8 Persen, Kini Proses Pengecoran Lantai
Kabid Rehabilitasi dan Rekonstruksi BPBD Badung, AA Ngurah Ariawan seizin Kalaksa BPBD Badung, Wayan Darma, menyampaikan bahwa sebanyak 128 orang penerima manfaat telah mendapatkan bantuan ini.
"Pencairan dilakukan bertahap hingga September dengan total Rp 6.231.546.000," ujar Ngurah Ariawan, Selasa 3 November 2024.
Menurut Ngurah Ariawan, tahap pertama mencairkan dana sebesar Rp 3.553.441.000, diikuti tahap kedua senilai Rp 1.241.866.000. Selanjutnya, tahap ketiga mencairkan Rp 311.564.000, tahap keempat Rp 625.420.000, dan tahap kelima sebesar Rp 499.255.000.
Baca juga: Seorang House Keeping Gelap Mata Gasak Uang Tamu Villa Asal Tiongkok di Badung, Tergiur Beli Iphone
"Ada beberapa pengajuan yang belum cair dan masih dalam proses administrasi. Kami pastikan semua berjalan sesuai mekanisme yang telah ditentukan," jelasnya sembari mengatakan saat ini kami juga masih melakukan pendataan terkait beberapa bencana yang terjadi.
Sebelumnya, Kalaksa BPBD Badung, Wayan Darma, menjelaskan bahwa bantuan ini memberikan dampak signifikan terhadap pemulihan masyarakat yang terdampak bencana. Bantuan dana tersebut digunakan untuk memenuhi kebutuhan mendesak, memperbaiki infrastruktur yang rusak, serta mengurangi beban ekonomi masyarakat akibat bencana.
"Bantuan ini juga menciptakan stabilitas di lingkungan masyarakat terdampak. Tidak hanya untuk pemulihan saat ini, tetapi juga mendukung pembangunan berkelanjutan dan meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat terhadap risiko bencana di masa depan," jelas Wayan Darma.
Dia menambahkan bahwa pemerintah Kabupaten Badung terus berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya mitigasi bencana serta persiapan menghadapi situasi darurat di masa depan.
Pihaknya mengimbau penerima manfaat agar segera melaksanakan pengerjaan perbaikan sesuai dengan proposal yang diajukan.
"Dana yang sudah cair harus digunakan sesuai peruntukannya, seperti perbaikan bangunan atau fasilitas lain yang terdampak. Semua pengerjaan harus diselesaikan dan dipertanggungjawabkan dalam waktu tiga bulan ke depan," tegasnya.
Laporan pertanggungjawaban tersebut wajib dilampiri dengan dokumentasi berupa foto bangunan atau fasilitas lain yang telah selesai dikerjakan.
Hal ini dilakukan untuk memastikan bantuan tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat terdampak.
"Penyaluran bantuan merupakan wujud nyata komitmen pemerintah dalam melindungi dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat," imbuhnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/BPBD-Badung-saat-melakukan-assesment-saluran-irigasi.jpg)