Berita Denpasar
Permukiman Kumuh di Denpasar Tersisa 24,92 Hektar, Cipta: Kerja Sama Sejumlah Pihak
Cipta mengatakan, berbagai program telah dilaksanakan dengan kerja sama bersama sejumlah pihak.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Luasan permukiman kumuh di Kota Denpasar sejak tahun 2020 terus menurun.
Di mana pada tahun 2024 ini hanya tersisa 24,92 hektar.
Dalam kurun waktu tahun 2020 ke tahun 2024 telah terjadi penurunan luasan permukiman kumuh di Kota Denpasar seluas 25,6 hektar.
Hal itu diungkapkan oleh Kepala Dinas Perkim Kota Denpasar, I Gede Cipta Sudewa Atmaja.
Baca juga: Pesisir Banjar Nyuh Nusa Penida Bali Terkesan Kumuh, Geobag Untuk Tanggulangi Abrasi Banyak Rusak
"Dari awalnya di tahun 2020 seluas 50,52 hektar menjadi 24,92 hektar pada tahun 2024," kata Cipta.
Cipta mengatakan, berbagai program telah dilaksanakan dengan kerja sama bersama sejumlah pihak.
Adapun hal yang dilakukan di antaranya pengawasan dan pengendalian melalui pemantauan, evaluasi dan pelaporan.
"Juga pemberdayaan masyarakat melalui pendampingan serta pelayanan informasi," katanya.
Cipta menambahkan, ada juga konsep penanganan kualitas dengan pengerjaan konstruksi fisik dengan pemugaran, peremajaan permukiman kumuh.
Selain itu Dinas Perkim Denpasar juga memiliki program yang diluncurkan pada tahun 2023 yakni program Siap Selem (Sistem Informasi Penataan Palemahan Berbasis Semeton Lembaga Adat). (*)
Kumpulan Artikel Denpasar
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.