Pohon Tumbang di Monkey Forest

TRAGEDI Maut Monkey Forest Jadi Atensi Dispar Bali, Tjok Pemayun Minta Ini ke Pengelola Wisata Alam 

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun, meminta hal ini menjadi perhatian khusus pemerintah Kabupaten Gianyar. 

Tribun Bali/ Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun, meminta hal ini menjadi perhatian khusus pemerintah Kabupaten Gianyar.  

"Badan pengelola sudah memetakan, apalagi kan sebelumnya lama keringnya. Sekarang ditambah musim pancaroba, hujan. Sekarang masih didalami yang penting kita memitigasi bencana," tegas Tjok Pemayun

Penutupan Monkey Forest akan terus dievaluasi, sesuai dengan perkembangan dan langkah-langkah mitigasi yang diterapkan. "Kalau sudah oke, mungkin bisa diexpose lagi," tutupnya.

 

 Wisatawan Lari Berhamburan

Bencana alam pohon tumbang terjadi di Kabupaten Gianyar. Terbaru, pohon tumbang terjadi di kawasan Objek Wisata Monkey Forest, Desa Padangtegal, Kecamatan Ubud, Selasa (10/12). 

Kejadian tersebut dikabarkan mengakibatkan sejumlah orang yang berada di areal objek wisata Monkey Forest mengalami luka-luka. Bahkan Dua wisatawan mancanegara (wisman) atau Warga Negara Asing (WNA) tewas dalam peristiwa pohon tumbang tersebut. Selain korban tewas, satu orang dinyatakan mengalami luka serius.

Berdasarkan data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Gianyar, kedua korban tewas adalah WNA perempuan asal Prancis berinisial FJC (32) dan WNA perempuan asal Korea Selatan berinisial KH (42). Jasad para korban dititipkan di RSU Kenak Medika Ubud. Sedangkan korban luka berat yaitu LS (43) WNA perempuan asal Korea Selatan. 

Insiden ini terjadi sekitar pukul 12.25 WITA, saat pohon tumbang ke arah timur dan menimpa beberapa pengunjung yang tengah menikmati panorama di lokasi.

Menurut saksi mata, I Nyoman Lilir, insiden berlangsung tiba-tiba saat dirinya tengah bertugas memantau situasi di lokasi. Kejadian bermula saat angin kencang disertai hujan deras mengguyur kawasan tersebut. Ia menyebut jika tiba-tiba ada angin kencang disertai turun hujan, ia pun mendengar pohon roboh.

Pohon beringin besar di dekat Pura Prajapati tumbang ke arah timur, menimpa pohon pule dan kresek, sehingga ketiganya roboh sekaligus. Pohon-pohon tersebut menimpa wisatawan yang tengah menikmati panorama di lokasi. Para pengunjung atau wisatawan lari berhamburan, namun beberapa orang salah mengambil langkah, sehingga terkena ranting. 

Pohon beringin yang berada di selatan Pura Prajapati menjadi pohon pertama yang tumbang. Cabangnya kemudian menimpa pohon pule dan pohon kresek di sekitarnya. Ketiga pohon besar tersebut tumbang ke arah timur, menimpa sejumlah wisatawan yang tengah menikmati panorama Monkey Forest.

Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD Gianyar, I Gusti Ngurah Dibya Presasta, mengungkapkan bahwa penyebab tumbangnya pohon tersebut diduga karena embusan angin kencang yang disertai hujan deras. Kondisi pohon beringin yang sudah lapuk semakin memperburuk daya tahannya terhadap angin.

“Diduga pohon beringin sudah lapuk sehingga tidak mampu menahan embusan angin kencang. Korban yang meninggal dunia dan luka-luka adalah wisatawan asing yang sedang menikmati panorama di Monkey Forest,” ujar Dibya.

Dibya menjelaskan, adapun pohon yang menimpa korban ini ada berbagai pohon, mulai dari beringin, pohon pule dan kresek. Penyebab pohon tersebut tumbang belum diketahui, namun sebelum kejadian, sempat terjadi hujan disertai angin kencang yang mengguyur areal obyek wisata Monkey Forest Ubud dan wilayah Kecamatan Ubud.

Setelah itu, tiba-tiba diawali terdengar suara gesekan dedaunan dan ranting yang ternyata adalah pohon tumbang. Adapun pohon yang pertama tumbang adalah pohon beringin yang berada di selatan Pura Prajapati Obyek Wisata Monkey Forest Ubud. Cabang pohon beringin tumbang itu menimpa pohon pule dan kresek yang menyebabkan semua pohon tersebut tumbang ke arah timur.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved