Pohon Tumbang di Monkey Forest

Wisatawan Lari Berhamburan, Pohon Tumbang di Monkey Forest Ubud Bali, 2 Wisman Tewas Tertimpa

kedua korban tewas adalah WNA perempuan asal Prancis berinisial FJC (32) dan WNA perempuan asal Korea Selatan berinisial KH (42). 

ISTIMEWA
EVAKUASI - Bencana alam pohon tumbang terjadi di Kabupaten Gianyar. Terbaru, pohon tumbang terjadi di kawasan Objek Wisata Monkey Forest, Desa Padangtegal, Kecamatan Ubud, Selasa (10/12/2024).  

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Karangasem, IB Ketut Arimbawa menyatakan, sejak awal Desember 2024, pihaknya telah menerima 55 laporan bencana. 

Kecamatan Manggis menjadi wilayah dengan laporan terbanyak, yakni 17 kejadian, diikuti oleh Kecamatan Bebandem dengan 15 laporan. 

“Kecamatan lainnya melaporkan di bawah 10 kejadian,” ungkapnya pada Selasa 10 Desember 2024.

Mayoritas bencana yang terjadi adalah pohon tumbang, meskipun terdapat beberapa laporan tanah longsor. 

“Sebagian besar adalah pohon tumbang, yang menyebabkan satu orang mengalami luka-luka,” tambahnya.  

Peristiwa pohon tumbang juga mendominasi kejadian bencana di wilayah Kabupaten Buleleng. 

Tercatat dalam 10 hari terakhir, setidaknya sudah ada 25 peristiwa pohon tumbang yang tersebar di sejumlah kecamatan. 

Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Buleleng, I Gusti Bagus Rony Ariyana saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. 

Dikatakan dia, sejak 1-10 Desember 2024, tercatat ada 49 kejadian bencana. 

Di mana jenis bencana didominasi peristiwa pohon tumbang dengan 25 kejadian. 

“Yang terbaru ada tiga kejadian pohon tumbang. Seluruhnya berlokasi di Kecamatan Sukasada, yakni di Desa Panji, Desa Selat, dan Lingkungan Lumbanan,” ungkapnya Selasa 10 Desember 2024. 

Rony mengatakan dari berbagai kejadian pohon tumbang itu, ada yang menimpa bangunan di wilayah pura. 

Seperti yang terjadi di Desa Madenan pada 2 Desember 2024. Pohon tumbang menimpa bale gong Pura Prajapati dan adapula yang menimpa tempat penyimpanan freezer jenazah. 

“Kerugian yang ditimbulkan cukup besar. Estimasinya masing-masing Rp 50 juta. Selain itu adapula peristiwa pohon tumbang yang menimpa bangunan rumah berukuran 6x5 meter pada Senin (9 Desember 2024) kemarin. Lokasinya di Desa Lokapaksa, Kecamatan Seririt. Kerugiannya diperkirakan mencapai Rp 15 juta,” ujarnya. 

BPBD Buleleng juga mencatat adanya peristiwa banjir dan tanah longsor masing-masing 4 kejadian, serta kerusakan infrastruktur lainnya sebanyak 16 kejadian. 

“Kerusakan infrastruktur lainnya ini berupa tembok rumah jebol, bak penampungan air jebol, senderan jebol, senderan dan penyengker jebol, atap rumah jebol, jalan jebol,” ucapnya. 

Rony tak memungkiri angka kejadian bencana pada 10 hari terakhir di bulan Desember ini, merupakan rekor tertinggi sepanjang tahun 2024. 

Ia menjelaskan, peningkatan jumlah bencana ini disebabkan oleh curah hujan tinggi yang dipengaruhi fenomena La Nina.

“Beberapa wilayah seperti di Kecamatan Busungbiu, Banjar, Sukasada, dan Tejakula mengalami curah hujan dengan intensitas tinggi yang bahkan melebihi ambang batas normal. Wilayah-wilayah tersebut menjadi zona yang harus diwaspadai terhadap potensi banjir dan tanah longsor,” jelasnya.

Rony mengatakan, sesuai prakiraan cuaca dari BMKG, cuaca ekstrem ini masih berpotensi berlangsung hingga pertengahan Januari 2025. 

Kendati intensitas hujan diperkirakan sedikit menurun pada akhir Desember, namun peluang terjadinya hujan dengan intensitas tinggi masih bisa saja terjadi. 

Untuk mengantisipasi risiko bencana yang lebih besar, BPBD Buleleng bersama instansi terkait telah melakukan berbagai langkah pencegahan. 

Meliputi sosialisasi kepada masyarakat, pemangkasan pohon di jalur rawan, serta menyiagakan personel dan peralatan penanggulangan bencana. 

“Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus memperbarui informasi cuaca dari BMKG dan menghindari aktivitas di lokasi rawan bencana saat hujan deras,” ucapnya. 

Sementara itu, BPBD Karangasem telah menggelar rapat koordinasi dengan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) dan pihak terkait lainnya. 

Langkah ini dilakukan untuk mempersiapkan upaya antisipasi dan penanganan bencana. 

“Kami telah berkoordinasi dengan OPD dan pihak balai. Untuk kejadian longsor di jalan nasional, pihak balai telah menyiapkan alat berat di Karangasem agar penanganan dapat dilakukan dengan cepat,” jelas Arimbawa.  

Ia juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim hujan. 

Terlebih diprediksi cuaca buruk ini masih akan berlangsung beberapa hari ke depan. 

“Kami imbau masyarakat untuk tetap waspada, terutama terkait bencana yang marak saat hujan deras seperti pohon tumbang dan longsor,” kata dia. (mit/mer)

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved