bisnis
CUAN Lewat Artificial Intelligence, Baru 33 Jutaan UMKM Manfaatkan Platform Digital, Ini Solusinya!
Jumlah UMKM di Indonesia pun tidak main-main, yakni mencapai 65-66 juta unit, terdiri dari berbagai usaha seperti kuliner, fashion, kerajinan.
TRIBUN-BALI.COM - UMKM adalah penopang penting fondasi perekonomian Indonesia. Terbukti, saat pandemi akibat virus Covid-19, UMKM termasuk yang berhasil bertahan dibandingkan dengan perusahaan skala menengah ke atas.
Jumlah UMKM di Indonesia pun tidak main-main, yakni mencapai 65-66 juta unit, terdiri dari berbagai usaha seperti kuliner, fashion, kerajinan hingga teknologi.
Namun ada beberapa permasalahan yang dihadapi UMKM, seperti permodalan, pemasaran, dan inovasi dalam pengembangan produknya agar bisa menembus pasar lokal, nasional, hingga internasional.
Baca juga: Bupati Tamba Tinjau Korban Dampak Bencana Alam, Pastikan Warganya Dapat Bantuan Pemerintah
Baca juga: Turun Rp157 Ribu, Harga Tiket Pesawat Dinilai Masih Mahal Untuk Libur Nataru
Untuk itulah, PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk (Telkom) bersama anak perusahaan yang bergerak di industri data center, NeutraDC dan Bisnis Indonesia menggelar pelatihan optimalisasi artificial intelligence (AI) untuk UMKM lokal.
Bertema "Inovasi AI untuk UMKM: Semakin Cuan Berkat Digitalisasi,” di Denpasar, Rabu (11/12/2024). Acara ini dihadiri berbagai pelaku UMKM dari sejumlah daerah di Bali yang memproduksi dan memasarkan produk khas Pulau Dewata.
SVP Group Sustainability and Corporate Communication Telkom, Ahmad Reza, menjelaskan bahwa UMKM perlu melek teknologi dan digitalisasi khususnya AI. Sebab digitalisasi juga mendukung pertumbuhan ekonomi.
"Bayangkan dari 66 juta UMKM, baru 33 jutaan yang ke arah digital, sisanya masih konvensionsl," sebutnya. Padahal bantalan pertumbuhan ekonomi Indonesia, sangat ditopang oleh UMKM.
Sehingga kalau UMKM tidak kuat maka Indonesia akan berpotensi, terus ketergantungan dengan impor. Untuk itu, peningkatan kompetensi dan potensi UMKM menembus pasar melalui platform digital dan digitalisasi sangat penting.
Reza, sapaannya, mengatakan 19 jutaan UMKM telah memanfaatkan platform digital dan ini akan naik menjadi 20 juta lebih pada 2024. Momen ini harus ditangkap dengan cepat dan cermat, sehingga berkesinambungan.
"Lalu melihat potensi yang ada, perubahan teknologi lebih penting ketimbang hal lain. Digitalisasi dan teknologi penting bagi kita," imbuh Reza.
Ia juga mengingatkan digitalisasi bukan hanya sekadar main media sosial saja. Tapi paham penggunaan platform digital dan menggunakannya dengan optimal.
Jangan sampai ada mindset tidak butuh iklan, karena pasar digital sangat luas jangkauannya dan tidak terbatas. "AI ini kalau dipandang berbahaya bisa saja, tapi kalau dijadikan cuan juga bisa," katanya.
Tergantung dari pengguna AI dalam improvisasi dan inovasi."Maksud saya, online atau digital itu tidak sebatas main media sosial saja, tetapi bagaimana usaha anda bankable, bisa mendapatkan bantuan dari perusaaan atau perbankan," jelasnya.
Sehingga saat telah maju, harapan produk UMKM bisa mencapai pasar ekspor hingga ke mancanegara. "Memang infrastruktur dan literasi adalah tantangannya, tapi saya rasa Bali sudah cukup siap," sebutnya.
VP IT Automation & Security, Muhamad Deta Septianto, membagikan topik 'Rahasia di Balik AI (Peran Infrastruktur Digital bagi UMKM).
| KISAH Usaha Tenun, Pesanan Meningkat, BRI Perkuat Pembiayaan Usaha Bagi Pelaku UMKM Tenun Ikat Bali! |
|
|---|
| UNTUNG Besar! Pemegang Saham Restui Buyback Rp4 Triliun & Penyegaran Dewan Komisaris, Ini Tujuannya! |
|
|---|
| TPID Bali Perkuat Sinergi untuk Pastikan Pasokan dan Harga Tetap Stabil Jelang Galungan-Kuningan! |
|
|---|
| POTENSI Kesepakatan Bisnis Sektor Pariwisata Bali-Nusra Rp6,9 T, Bali JagadhitaVII Tahun 2026 Sukses |
|
|---|
| SMARTFREN Transformasi Brand & Perkuat Positioning sebagai “Jagoan Sinyal Se-Indonesia” di 400 Kota! |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/qvgwsberbrenjrtn.jpg)