Berita Bangli
Bocah SD Tewas Hanyut di Bangli, Sudah Diingatkan Teman tapi Tak Dihiraukan
Hujan yang turun di hampir semua kabupaten dan kota di Bali belakangan ini, cukup banyak menimbulkan peristiwa duka.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Bocah SD Tewas Hanyut di Bangli, Sudah Diingatkan Teman tapi Tak Dihiraukan
TRIBUN BALI.COM, BANGLI - Hujan yang turun di hampir semua kabupaten dan kota di Bali belakangan ini, cukup banyak menimbulkan peristiwa duka.
Di Banjar Peradi, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Bangli, Bali, Kadek JA asal Banjar Kendal, Desa Songan A meninggal dunia karena terbawa arus air hujan, Rabu (11/12) sekitar pukul 12.00 Wita.
Baca juga: SELAMAT JALAN Petaka Saat Kadek JA Berbalik di Jembatan Bangli Bali, Mayat Sudah Kaku
Kadek merupakan anak berumur 10 tahun yang masih duduk di bangku kelas IV SD.
Informasi dihimpun Tribun Bali, Kamis (12/12), kejadian ini bermula saat korban pulang sekolah sekitar pukul 11.30 Wita.
Korban pulang dari sekolah bersama teman-temannya kemudian menuju ke rumah.
Diketahui bahwa akses korban menuju rumah adalah melewati jembatan.
Saat itu ia sudah melewati jembatan.
Baca juga: Selamat Jalan Kadek Garda, Bocah Asal Bangli Ditemukan Tak Benyawa di Karangasem Bali
Namun berbalik lagi untuk bermain air hujan yang berada di seputaran jembatan, saat itu temannya sudah mengingatkan dan melarang agar tidak bermain air.
Namun korban tidak menghiraukannya, dan benar saja saat korban bermain air, tiba-tiba datang air hujan yang mengalir dengan deras kemudian menyeret korban sehingga membuat korban hanyut terbawa arus air hujan.
Kemudian sekira pukul 14.00 Wita korban ditemukan di wilayah Banjar Taman Sari, Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Kabupaten Karangasem dalam keadaan sudah meninggal, kemudian dibawa ke rumah duka di Banjar Kendal, Desa Songan A.
Baca juga: HANYUT di Bangli Jenazahnya Ditemukan di Karangasem, Bocah SD Tewas Terseret Arus
Berdasarkan hasil pemeriksaan tim medis dari Puskesmas Kintamani V Desa Songan, saat mayatnya ditemukan, kondisinya sudah dalam keadaan lebam pada leher, bokong dan kaki diduga karena membentur benda tumpul saat terbawa arus air hujan.
Tampak juga luka lecet di dahi kiri dan pipi kiri. Mayatnya saat itu sudah dalam kondisi kaku.
Kasatreskrim Polres Bangli, AKP I Gusti Ngurah Jaya Winangun membenarkan hal tersebut.
"Ya, korban terseret arus air hujan saat pulang sekolah. Teman korban sempat mengingatkan agar korban tidak bermain air, tapi tidak dihiraukan, sehingga saat arus air hujan tiba-tiba besar, korbanpun terseret dan ditemukan di wilayah Karangasem," ujarnya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.