Berita Karangasem

PILU Jasad Bocah 10 Tahun Terseret Arus Sungai, Hanyut di Kintamani Ditemukan di Tianyar Karangasem

Jenazah itu diketahui sebagai Kadek Garda Armed (10), anak asal Banjar Dinas Kendal, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Bangli.

ISTIMEWA
Anak berusia 10 tahun, Kadek Garda Armed (10) terbawa arus sungai di Desa Songan A, Bangli ditemukan meninggal di Desa Tianyar Barat Karanagsem, Rabu (11/12/2024). 

TRIBUN-BALI.COM - Warga di Desa Tianyar Barat, Kecamatan Kubu, Karangasem dikagetkan dengan ditemukannya jenazah anak berusia 10 tahun di sungai di Batu Miyeh.

Jenazah itu diketahui sebagai Kadek Garda Armed (10), anak asal Banjar Dinas Kendal, Desa Songan A, Kecamatan Kintamani, Bangli.

Kadek Garda diduga terpeleset dan terbawa arus sungai di wilayah Desa Songan A hingga jasadnya ditemukan di Desa Tianyar Barat.

Kasi Humas Polres Karangasem, Iptu Gede Sukadana mengatakan, informasi mengenai kejadian ini pertama kali diterima oleh Bhabinkamtibmas Desa Tianyar Barat dari kakek korban yang melaporkan cucunya hilang dan ditemukan meninggal dunia.  

Baca juga: 1 Jenazah WNA Korsel Tragedi Maut Monkey Forest, Hadapi Pemeriksaan Luar di RSUP Prof Ngoerah Bali

Baca juga: ANCAMAN DBD di Bali Bagi Warga Lokal & Kedatangan Wisman, Australia Sudah Beri Warning Warganya!

Anak berusia 10 tahun, Kadek Garda Armed (10) terbawa arus sungai di Desa Songan A, Bangli ditemukan meninggal di Desa Tianyar Barat Karanagsem, Rabu (11/12/2024).
Anak berusia 10 tahun, Kadek Garda Armed (10) terbawa arus sungai di Desa Songan A, Bangli ditemukan meninggal di Desa Tianyar Barat Karanagsem, Rabu (11/12/2024). (ISTIMEWA)

"Kami menerima laporan melalui telepon bahwa korban ditemukan meninggal dunia setelah hanyut di sungai," ungkap Kasi Humas Polres Karangasem, Iptu I Gede Sukadana. 

Menindaklanjuti laporan tersebut, pihak kepolisian langsung menuju lokasi. Namun, jenazah korban sudah dibawa oleh keluarga ke rumah duka di Kabupaten Bangli.  

Kasus ini ditangani Polsek Kintamani, mengingat tempat kejadian awal berada di wilayah Songan A.  

Di tengah musim hujan ini, Iptu Sukadana mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama yang tinggal di dekat sungai, perbukitan rawan longsor, dan area yang rentan terkena bencana seperti pohon tumbang. 

"Selalu waspada terhadap potensi bencana alam dan hindari area berbahaya," himbaunya. (mit)

 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved