Natal dan Tahun Baru di Bali

Cegah Kemacetan Saat Nataru, Dinas Pariwisata Buat Pola Perjalanan Bali Utara, Timur dan Barat

Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun memprediksi wisatawan yang berkunjung ke Bali naik hingga 20 persen

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sri Utami
Ilustrasi kemacetan - Cegah Kemacetan Saat Nataru, Dinas Pariwisata Buat Pola Perjalanan Bali Utara, Timur dan Barat 

Cegah Kemacetan Saat Nataru, Dinas Pariwisata Buat Pola Perjalanan Bali Utara, Timur dan Barat


TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Bali, Tjok Bagus Pemayun memprediksi wisatawan yang berkunjung ke Bali naik hingga 20 persen dibandingkan Tahun 2023 lalu.

Bahkan ia yakin jumlah wisatawan yang datang ke Bali sampai 30 ribu orang lebih perhari. 

“Angkanya yang biasanya rata-rata per hari 15 ribu saya yakin hampir 20 ribuan lebih."

Baca juga: Tingkat Hunian Kamar Hotel di Denpasar Diharapkan Capai 90 Persen Saat Libur Nataru

"Kalau digabung dengan domestik hampir 30 ribuan per harinya,” jelas, Tjok Pemayun, Jumat 13 Desember 2024. 

Ia juga menjelaskan sayangnya tempat favorit wisatawan berlibur di Bali masih di seputaran Denpasar, Badung, Gianyar dan Tabanan (Serbagita).

Tjok pun meminta pada stakeholder pariwisata mengarahkan wisatawan atau memberi option tour ke beberapa Bali Utara, Timur, Barat.

Baca juga: Jelang Nataru, Desa Dangin Puri Kelod Denpasar Gelar Penertiban Penduduk Non Permanen, Sita 21 KTP

Sehingga pariwisata Bali tidak bertumpu di Bali Selatan saja.

“Makanya dibilang Bali kan overtourism. konsentrasinya hanya di Bali selatan saja,” bebernya. 

Untuk mengatasi permasalahan kemacetan di Bali pada libur Natal dan Tahun Baru, Dinas Pariwisata Bali menyusun pola perjalanan serta aktivitas wisata untuk ke Bali Barat, Utara dan Timur.

Pola perjalanan ini akan diberikan ke Association of The Indonesian Tours And Travel Agencies (ASITA) Bali. 

“Artinya objek-objek wisata yang harus dilakukan wisatawan selama di Bali Barat, Utara, Timur termasuk ke kantong-kantong ekonomi."

"Misalnya seperti di Buleleng ada pembuatan garam,” imbuhnya. 

Selain itu juga pihaknya sudah berkoordinasi dengan Dinas Perhubungan (Dishub) yang dalam hal ini sudah membuat skema-skema rekayasa lalulintas, Tjok pun memastikan kemacetan tidak terjadi seperti Tahun 2024 lalu.

Pola perjalanan Bali Utara, Barat dan Timur sedang disusun, tinggal mengatur tata kelola saja.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved