bisnis
Catatkan Laba Rp858,05 Miliar, Bank BPD Bali Optimistis Jelang Tutup Tahun 2024
Pada periode tersebut, aset Bank BPD Bali secara konsolidasi berhasil tumbuh 13,35% year on year (yoy) menjadi Rp 39,79 triliun.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - PT Bank Pembangunan Daerah (BPD) Bali optimistis tutup tahun 2024 dengan mencatatkan kinerja keuangan cemerlang. Bank BPD Bali pun yakin kinerja tahun 2024 ini mencapai target.
Optimisme Bank BPD Bali tersebut tak terlepas dari keberhasilan mencatatkan kinerja positif hingga November 2024.
Pada periode tersebut, aset Bank BPD Bali secara konsolidasi berhasil tumbuh 13,35 persen year on year (yoy) menjadi Rp 39,79 triliun.
Pertumbuhan aset tersebut juga diiringi dengan perolehan laba dalam 11 bulan yang mencapai sebesar Rp 858,05 miliar atau tumbuh 21,43% yoy.
Dari sisi fungsi intermediasi, perusahaan menargetkan pertumbuhan kredit sebesar 7,21% yoy di November 2024.
Baca juga: Masyarakat Resah Layanan Kesehatan di Rumah Sakit Dijatah, BPJS Sebut Penataan
Baca juga: Jelang Natal dan Tahun Baru, Dishub Buleleng Buka Layanan Ram Check
“Realisasinya, hingga akhir November 2024 penyaluran kredit Bank BPD Bali mampu tumbuh 7,33% yoy menjadi Rp22,75 triliun dan hampir seluruh segmen kredit tercatat tumbuh positif,” jelas Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma di sela-sela acara media gathering, Rabu (18/12).
“Pencapaian tersebut berada di atas target yang ditetapkan dan kami proyeksikan akan terus berlanjut hingga akhir tahun 2024,” kata dia.
Dijelaskan, khusus penyaluran kredit Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) Bank BPD Bali juga tercatat tumbuh 13,60% menjadi Rp 11,62 miliar di akhir November 2024. Dengan porsi kredit UMKM Bank BPD Bali mencapai 51,08% dibandingkan dengan total kredit Bank BPD Bali.
Keberhasilan dalam menyalurkan kredit tersebut juga diimbangi dengan manajemen risiko yang baik. Hal tersebut digambarkan dari kualitas kredit atau Non Performing Loan (NPL) Bank BPD Bali yang tercatat sebesar 0,98% atau lebih baik apabila dibandingkan dengan NPL pada kuartal 4 tahun lalu sebesar 1,29%.
“Dari sisi penghimpunan Dana Pihak Ketiga (DPK), Bank BPD Bali mencatatkan total DPK sebesar Rp 33,73 triliun atau tumbuh 13,82% yoy. Penopang utama DPK masih bersumber dari dana murah (CASA) dengan porsi mencapai 69,78%,” ujar Sudharma.
Lebih lanjut Sudharma menjelaskan, strategi Bank BPD Bali fokus dalam meningkatkan porsi dana murah dan digitalisasi pada operasional bisnisnya berdampak kepada semakin baiknya rasio efisiensi perusahaan.
Hal tersebut tercermin dari rasio Biaya Operasional terhadap Pendapatan Operasional (BOPO) dan Cost to Income Ratio (CIR) yang secara konsisten semakin membaik. “Rasio BOPO sebesar 65,59?n CIR 47,51% lebih baik dari target sebesar 49,61%,” ungkapnya.
Kemampuan untuk tumbuh dengan berkelanjutan juga didukung dengan likuiditas yang memadai dan permodalan yang kuat. Hal tersebut tercermin dari rasio Loan to Deposit Ratio (LDR) yang terjaga di level 67,43?n Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 25,76% atau jauh di atas ketentuan regulator. (sar)
Kembangkan Ekosistem Digital
Direktur Utama Bank BPD Bali, I Nyoman Sudharma menjelaskan transformasi yang dijalankan Bank BPD Bali sejak berdiri tahun 1962 silam terbukti menghasilkan kinerja impresif. Bank BPD Bali selalu berupaya dalam mempertegas misinya untuk memberikan solusi produk, layanan dan jasa keuangan yang inovatif.
PUTUS Rantai Kemiskinan, BPJS Ketenagakerjaan Banuspa dan Pemrov Papua Selatan Teken MoU Jamsostek! |
![]() |
---|
HARGA Beras Tembus Rp15.500 Per Kg, Zulhas Sebut Terus Alami Kenaikan |
![]() |
---|
Pengembangan AI di 9 Kota Termasuk Bali, Begini Cara Telkom Melakukannya |
![]() |
---|
ANDRE Taulany Ajak Seluruh Pekerja Indonesia Jadi Peserta BPJS Ketenagakerjaan |
![]() |
---|
KLAIM Target Ekonomi Tumbuh 8 Persen Bisa Dicapai? Dari Konsumsi Rumah Tangga & Kunjungan Wisman |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.