Nataru 2025
Kapolri Listyo Sigit Prabowo Wanti-wanti Kemacetan Nataru 2025 di Bali, Singgung Polisi Fokus Tol
Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si memberikan wanti-wanti untuk polisi jelang hari libur Nataru 2025 di Bali
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kapolri Jenderal Polisi Drs Listyo Sigit Prabowo, M.Si memberikan wanti-wanti untuk polisi jelang hari libur Nataru 2025 di Bali.
Kapolri Listyo Sigit Prabowo menekankan bahwa ada beberapa titik yang perlu jadi perhatian karena rawan kemacetan.
Salah satu titik kemacetan yang diatensi oleh Kapolri Listyo Sigit Prabowo adalah Tol Bali Mandara.
Hal ini berkaca pada kemacetan parah di Tol Bali Mandara yang notabene jalur bebas hambatan, pada libur panjang Natal dan Tahun Baru, berkaca pada kejadian tahun lalu.
Baca juga: 3 Gereja Besar Kota Singaraja Jadi Atensi Polisi & Akan Disterilisasi Libatkan Anjing K9, Ada Apa?
Ia menjelaskan, bahwa Polri dan Lintas Sektoral sudah mematangkan persiapan menyambut Nataru melalui Operasi Lilin Agung 2024 agar kejadian serupa tidak lagi terulang.
Kapolri pun turun langsung mengecek kesiapan di Bandara dan memastikan strategi - strategi untuk antisipasi dilakukan jajaran kepolisian dalam hal ini Polda Bali dan Lintas Sektoral.
Hal ini disampaikan Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto, S.E., M.Si. usai memimpin langsung Apel Gelar Pasukan Operasi Lilin 2024 dalam rangka pengamanan Natal 2024 dan Tahun Baru 2025 di Lapangan Niti Mandala Renon, Denpasar, Bali, pada Jumat 20 Desember 2024.
“Kami bergeser ke Bandara untuk melaksanakan pengecekan langsung terkait upaya dan antisipasi terhadap peristiwa di tahun lalu,”
“Kami tahu sempat terjadi kemacetan yang cukup lama dan tentunya itu bagian dari evaluasi yang harus kami perbaiki tahun ini agar tidak terjadi lagi,” kata Kapolri.
Kapolri mengatakan, Polri bersama TNI dan kementerian lembaga terkait lainnya melakukan berbagai persiapan.
Sebab, diperkirakan libur panjang tahun ini terjadi peningkatan jumlah pergerakan masyarakat, melalui rekayasa lalu lintas dan penambahan personel.
“Tentunya ada (rekayasa,-Red) setelah ini pengecekan akan ada langkah-langkah mulai menambah jumlah personel, melaksanakan rekayasa lalu lintas, termasuk pengaturan rute, pengaturan kantong parkir yang harus disiapkan,” bebernya.
Baca juga: ANTISIPASI Inflasi di Nataru 2025, Sekda Bali Jamin Ketersediaan Pangan Aman

Baca juga: Polres Buleleng Musnahkan Ratusan Liter Miras dan Knalpot Brong Jelang Tahun Baru
Lanjutnya, puncak arus mudik diperkirakan akan terjadi pada tanggal 21 Desember dan 28 Desember 2024.
Sementara puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada 29 Desember 2024 dan 1 Januari 2025.
“Pada saat puncak kepadatan masyarakat yang akan berangkat atau turun di Bandara I Gusti Ngurah Rai agar bisa diantisipasi, karena sebagaimana diketahui Bali masih tujuan pariwisata, baik turis internasional maupun domestik,” bebernya.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.