Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

bisnis

Menkeu Prediksi Ekonomi Indonesia Tumbuh 5 Persen, Simak Penjelasannya 

Artinya apabila pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5% pada akhir tahun, target dalam APBN 2025 sebesar 5,2% tidak tercapai. 

ANTARA FOTO/Aprillio Akbar
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 akan mencapai 5%, sesuai dengan outlook dalam laporan sementara (lapsem). 

TRIBUN-BALI.COM  - Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 akan mencapai 5 persen, sesuai dengan outlook dalam laporan sementara (lapsem).

Artinya apabila pertumbuhan ekonomi Indonesia hanya 5% pada akhir tahun, target dalam APBN 2025 sebesar 5,2% tidak tercapai. 

“Pertumbuhan ekonomi kuartal I capai 5,11%, kuartal II 5,05%, kuartal III 4,95%, dan kuartal IV masih belum keluar, kita estimasi keseluruhan tahun diperkirakan di 5%,” tutur Sri Mulyani dalam konferensi pers, Senin (6/1).

Baca juga: JENAZAH Ketut Nurhayati Ditemukan di Hotel, PMI Asal Buleleng Meninggal Diduga Dibunuh di Malaysia

Baca juga: Orang Tua di Jembrana Berharap Program Makan Bergizi Gratis Berlanjut! Ini Alasannya

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 akan mencapai 5%, sesuai dengan outlook dalam laporan sementara (lapsem).
Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati memperkirakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2024 akan mencapai 5%, sesuai dengan outlook dalam laporan sementara (lapsem). (ANTARA FOTO/Hafidz Mubarak A/foc)

Sebelumnya, Institite for Development of Economics and Finance (Indef) memperkirakan pertumbuhan ekonomi Indonesia 2025 stagnan di level 5,0%.

Direktur Eksekutif Indef, Esther Sri Astuti mengatakan ada beberapa faktor yang membuat pertumbuhan ekonomi Indonesia stagnan di level tersebut.

Pertama, kondisi global yang masih belum memberikan kepastian pasca terpilihnya Donald Trump sebagai presiden Amerika Serikat (AS) dan belum meredanya kondisi geopolitik. Kedua, permintaan China masih menunjukkan tren melemah pada tahun depan.

Ketiga, belum adanya stimulus cepat serta insentif untuk memperbaiki daya beli dan kondisi industri. Keempat, Indef melihat tahun 2025 masih menjadi tahun penyesuaian dan koordinasi lintas kementerian dan pemangku kebijakan terkait.

 “Kami memproyeksi pertumbuhan ekonomi Indonesia tahun depan itu sekitar 5%,” ujar Esther dalam Seminar Nasional Proyeksi Ekonomi Indonesia 2025 di Jakarta.

Di sisi yang lain, Indef memproyeksikan inflasi pada 2025 berada pada angka 2,8% yoy, nilai tukar rupiah di angka Rp 16.100 per dolar AS, tingkat pengangguran terbuka pada angka 4,75?n tingkat kemiskinan sebesar 8,8%. (kontan)

Sumber: Kontan
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved