Pandemi HMPV
Waspadai Virus HMPV, Bandara Ngurah Rai Bali Pasang Thermal Scanner, KKP Pantau Penumpang dari China
Virus HMPV baru-baru ini merebak di China dan dilaporkan telah ditemukan di Indonesia.
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
Kesumajaya menjelaskan, salah satu upaya antisipasi yang dilakukan adalah melalui pengisian Health Alert Card (SSHP). Menurutnya, data kesehatan penumpang bisa dipantau dari kartu tersebut.
“Memang perlu kita antisipasi, terkait kita sekarang punya yang namanya pengisian SSHP, yaitu kartu sehat. Gejala penyakitnya itu hampir mirip sama, seperti gejala panas influenza. Kita koordinasi dengan maskapai untuk memastikan penumpangnya mengisi itu. Kalau dia ada kondisi kurang bagus, itu bisa kita cek lebih dalam,” imbuhnya.
Kesumajaya mengungkapkan, pengisian SSHP bisa dilakukan sejak dua hari sebelum keberangkatan hingga saat kedatangan di Bandara Ngurah Rai.
Pihaknya juga memastikan di pintu masuk kedatangan internasional telah dipasang barcode untuk memudahkan penumpang mengisi data kesehatan.
“Kita juga masih pasang thermo scanner. Kalau suhu tubuhnya tinggi, jelas harus dicek ulang. Kalau di atas 38 derajat, kita ambil swab. Kita ada alat tes cepat monoculer di laboratorium kecil di bandara. Hasilnya bisa keluar dalam waktu 30 menit,” katanya.
Jika ditemukan kasus positif, penumpang langsung dirujuk ke rumah sakit rujukan seperti RSUP Prof. Ngoerah, RS Bali Mandara, atau RS Siloam untuk pemeriksaan lebih lanjut.
“Kita cek lebih detail untuk melihat variannya. Apakah ini H1N1 seperti di China atau yang lain? Itu kita koordinasikan dengan laboratorium daerah,” tambahnya.
Kesumajaya mengakui, penerbangan dari China dan Malaysia mendapat perhatian khusus karena jumlah penumpang cukup tinggi setiap harinya.
“Dari China itu 1.100 per hari, dari Malaysia sekitar 2.500 per hari. Maskapai dari kedua negara ini kita pantau khusus walaupun belum ada penerapan protokol kesehatan tertentu, tetapi sifatnya masih anjuran. Kalau ada gejala flu, kita minta pakai masker untuk melindungi diri dan orang lain,” tegasnya.
Meski demikian, hingga saat ini belum ada kasus HMPV yang terdeteksi di Bali.
“Kita belum menemukan, tetapi kita sangat menaruh atensi. Semoga yang dari Malaysia masuk ke sini tidak ada yang terjangkit. Sampai hari ini (kemarin) laboratorium kami belum menemukan,” kata dia.
Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Bali, dr. I Nyoman Gede Anom menjelaskan HMPV yang merebak di China memang telah ditemukan di Indonesia.
Namun, Anom menjelaskan virus ini dilaporkan tidak menyebabkan kematian dan masyarakat diminta tidak panik.
“Virus itu sebenarnya ada di Indonesia sudah lama, tetapi ini kan tidak menimbulkan kematian,” kata Anom, Selasa 7 Januari 2025.
Meskipun virus serupa tengah booming di China, virus tersebut belum masuk ke Indonesia.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.