Trans Metro Dewata Berhenti Beroperasi

Bus TMD Bali Juga Digunakan Turis, Wamenpar Sebut Jadi Aspek Kenyamanan Mobilitas Wisatawan

jika ada permintaan resmi dari pemerintah daerah untuk perpanjangan, Kemenhub dapat mempertimbangkannya.  

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Bus Trans Metro Dewata Terminal Ubung, Denpasar, Rabu 1 Januari 2024 -Bus TMD Bali Juga Digunakan Turis, Wamenpar Sebut Jadi Aspek Kenyamanan Mobilitas Wisatawan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Selain digunakan untuk masyarakat, Bus Trans Metro Dewata juga digunakan oleh wisatawan asing dan domestik saat berlibur ke Bali

Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa pun angkat bicara mengenai penghentian operasional bus Trans Metro Dewata di Bali

“Kami telah berkomunikasi dengan Wakil Menteri Perhubungan (Wamenhub) untuk meminta agar pendanaan subsidi Trans Dewata tidak dihentikan,” jelas Puspa, Sabtu 11 Januari 2025. 

Berdasarkan informasi dari Wamenhub, disampaikan bahwa pada perjanjian awal, pendanaan subsidi dari pusat hanya diberikan untuk 3-5 tahun. 

Baca juga: Nasib Driver Bus Trans Metro Dewata Terkatung-katung, Suadnyana Sambung Hidup dengan Ngojek

Setelah itu, diharapkan pendanaan dapat dikelola secara mandiri oleh pemerintah daerah. 

Namun, jika ada permintaan resmi dari pemerintah daerah untuk perpanjangan, Kemenhub dapat mempertimbangkannya.  

“Sebagai tindak lanjut, Pemerintah Provinsi (Pemprov) Bali telah mengirim surat permohonan untuk melanjutkan kontrak operasional TMD ke Kemenhub pada 31 Desember 2024. Surat ini akan menjadi perhatian untuk pembahasan lebih lanjut. Kita nantikan dari mereka, karena kabar dari Pak Wamen, sudah dilakukan rapat terkait hal itu. Ini menjadi kewenangan dari Kemenhub,” imbuhnya. 

Transportasi publik menjadi salah satu aspek yang penting dalam meningkatkan kenyamanan mobilitas masyarakat maupun wisatawan di Bali

Saat ini, pemerintah tengah mengkaji dan mendorong pengembangan sistem transportasi publik, termasuk rencana pembangunan MRT, untuk mendukung kebutuhan masyarakat dan mengurai kemacetan. 

Ni Luh Puspa mengatakan pihaknya optimis kolaborasi antara pemerintah daerah dan pusat akan menghasilkan solusi terbaik.

“Kemenpar berharap akan segera ada keputusan terbaik terkait Trans Metro Dewata ini dari Kementerian Perhubungan,” tutupnya. 

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved