Berita Bali
BUS Trans Sarbagita Mulai Gantikan Trans Metro Dewata, Jumlah Penumpang Meningkat Jadi 30 Orang
Martin sudah dua tahun menjadi sopir Trans Sarbagita. Ia mengaku jumlah penumpang mulai meningkat.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Bus Trans Sarbagita mulai menggantikan bus Trans Metro Dewata (TMD) untuk mengisi kekosongan layanan. Bus Trans Sarbagita mulai aktif per 2 Januari 2025 pukul 06 00 Wita.
Rute pelayanan sementara hanya 2 koridor yaitu GOR Ngurah Rai - Terminal Pesiapan PP via Terminal Ubung dan Terminal Mengwi dan Koridor GOR Ngurah Rai -Politeknik Negeri Bali via Central Parkir Kuta.
Driver Trans Sarbagita, Martin Umbu A (30) mengatakan rute koridor Trans Sarbagita mulai dari Jalan Sudirman Kota Denpasar hingga ke Jimbaran, Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
“Bus Trans Sarbagita hari ini ke Jalan Sudirman, Imam Bonjol, Sentral Parkir, Jimbaran sampai ke Kampus Unud, full ke Bali Selatan. Start pukul 06.30 sampai 19.00 WITA,” jelas Martin, Jumat (3/12).
Martin sudah dua tahun menjadi sopir Trans Sarbagita. Ia mengaku jumlah penumpang mulai meningkat.
Baca juga: TEWAS Seorang WNA Korsel Saat Ditemukan Tim SAR, Sempat Hilang Ketika Mendaki Gunung Agung!
Baca juga: SUARA Krepet-krepet Terdengar! Sebelum Gudang Lokasi Hiburan Malam di Delod Berawah Kebakaran

“Sudah mulai banyak penumpang dari kemarin, banyak penumpang masuk. Kalau mahasiswa libur biasanya hanya 20 orang per hari, kalau sekarang 30 orang. Tarif mahasiswa Rp 2.000 umum Rp 4.400,” imbuhnya.
Sementara itu penumpang yang biasanya menggunakan bus TMD kini mulai beralih ke Trans Sarbagita. Satu di antaranya Stanly.
“Baru naik ini (Trans Sarbagita) biasanya Trans Metro Dewata, dari Banjar Buagan ke Sanggulan. Susah nggak ada TMD,” ucap Stanly.
Stanly menjelaskan, terdapat beberapa perbedaan saat menggunakan bus TMD dengan bus Trans Sarbagita.
Di antaranya penumpang harus ke pool bus Trans Sarbagita sebab Trans Sarbagita tidak semua melewati halte yang biasanya dilewati bus TMD. “Haltenya beda, tidak sebanyak Trans Metro Dewata. Tetapi secara umum sama,” sambungnya.
Seorang pengguna bus TMD lainnya, Ketut Yonas mengaku terbantu sementara waktu dengan penggunaan bus Trans Sarbagita. “Kemarin tanggal 1 saya naik (ojek) online Rp 150 ribu. Saya biasanya ke Mengwi,” sebut Yonas.
Menurut Yonas, fasilitas bus TMD jauh lebih baik dibandingkan Trans Sarbagita. Selain jumlah haltenya lebih banyak, penumpang yang biasa naik dan tahu rute bus TMD harus bertanya dulu apakah bus Trans Sarbagita melewati halte-halte yang sama dengan bus TMD.
Sementara itu, Arsitek dan Pengamat Tata Ruang Perkotaan, Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain menanggapi penghentian operasional bus TMD per 1 Januari 2025. Menurutnya harus ada solusi untuk pemecahan masalah operasional bus TMD.
“Sebenarnya agak menarik juga ketika dia diumumkan berhenti banyak komentar yang menyatakan sayang. Dulu malah sering dibilang ada kursi berjalan, dibilang begitu ledekan orang-orang karena tidak ada penumpang,” jelas Prof. Rumawan, Jumat (3/1).
Prof Rumawan mengatakan informasi penghentian operasional bus TMD ini agak mengagetkan.
UPAYA PHDI Denpasar Ringankan Beban Umat, Gelar Upacara Menek Kelih Hingga Metatah Massal |
![]() |
---|
Gelar Aksi Damai ke Kantor Gubernur, Partai Buruh Exco Bali Tuntut Stop PHK dan Hapus Outsourcing |
![]() |
---|
Kejati Bali Dorong Penanganan Tindak Pidana Korupsi Lewat Mekanisme DPA, Lazim di Luar Negeri |
![]() |
---|
Pemprov Bali Nantikan Pusat Untuk Penentuan Lokasi Tersus LNG |
![]() |
---|
Cuaca Buruk, Pelabuhan Gilimanuk Bali Ditutup Hampir Dua Jam, Antrean Kendaraan Mengular |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.