Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

KESEHATAN

Layanan Bedah Saraf Pertama di Bali, RS Kasih Ibu Miliki Alat Neuronavigasi

Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Denpasar semakin melengkapi fasilitas bedah sarafnya di awal tahun 2025 ini.

Tayang:
ISTIMEWA
NEURONAVIGASI – Sejumlah dokter bedah melaksanakan penanganan dengan alat terbaru, yaitu neuronavigasi di RS Kasih Ibu Denpasar. Neuronavigasi menjadi andalan baru RS Kasih Ibu dan alat pertama yang tersedia di Bali. 

TRIBUN-BALI.COM  - Rumah Sakit (RS) Kasih Ibu Denpasar semakin melengkapi fasilitas bedah sarafnya di awal tahun 2025 ini. Beberapa fasilitas unggulan mencakup mikroskop bedah, Intraoperative Neuromonitoring (IONM), Cavitron Ultrasonic Surgical Aspirator (CUSA), hingga alat terbaru, yaitu Neuronavigasi. 

“Harapan kami, dengan menggunakan berbagai fasilitas medis ter-update, kami dapat memberikan pelayanan berkualitas tinggi sekaligus meningkatkan keselamatan pasien sebagai prioritas utama,” kata Direktur RS Kasih Ibu Denpasar, dr. Ni Kadek Dwi Widhyari, saat ditemui Senin (13/1).

Menurut Dokter Spesialis Anestesi Konsultan Neuroanestesi, dr. Agus Baratha Suyasa, Sp.An-KNA, Neuronavigasi adalah andalan baru RS Kasih Ibu dan menjadi alat pertama yang tersedia di Bali. 

Baca juga: Jokowi Tak Diundang di Puncak HUT Ke-65 MKGR, Golkar Bantah Jokowi-Gibran Gabung Lewat MKGR

Baca juga: Wabup Suiasa Terima Kunjungan Study Tiru Pemkab Bantul, Simak Beritanya Berikut Ini

“Neuronavigasi adalah sistem panduan yang memungkinkan dokter bedah saraf bekerja dengan presisi tinggi pada tindakan operasi saraf, seperti tumor otak dan tulang belakang,” kata dia.

“Teknologi ini membantu mengidentifikasi lokasi kelainan secara akurat, sehingga kerusakan jaringan sehat dapat diminimalkan,” jelas dr. Agus.

Ia menambahkan, dengan miliaran jaringan saraf yang sangat kompleks di otak manusia, setiap tindakan bedah yang kurang tepat beresiko menyebabkan kerusakan permanen.

“Dengan teknologi ini, kami dapat memastikan hanya jaringan bermasalah yang ditangani, tanpa memengaruhi jaringan sehat di sekitarnya,” katanya.

Penggunaan Neuronavigasi di RS Kasih Ibu Denpasar dimulai pada 10 Januari 2025, dengan prosedur perdana yang sukses. Prosedur kedua dilakukan pada 14 Januari 2025 terhadap pasien penderita tumor otak di area dominan otak kiri.

Tumor ini terletak di wilayah kritis yang mengontrol kemampuan bicara, sehingga memerlukan akurasi tinggi untuk menghindari komplikasi.

“Dengan Neuronavigasi, kami dapat menargetkan area bermasalah secara spesifik, sehingga hanya tumornya saja yang diangkat tanpa memengaruhi fungsi otak yang sehat. Teknologi ini juga membantu mengurangi durasi rawat inap pasien, tingkat komplikasi, serta risiko mortalitas,” imbuh dr. Agus.

Selain operasi tumor otak, Neuronavigasi dapat digunakan dalam berbagai prosedur lain. Di antaranya penanganan stroke dan perdarahan otak, operasi hydrocephalus, operasi tulang belakang atau spine, dan cedera kepala akibat kecelakaan.

Teknologi ini juga mendukung tren global dalam bedah saraf yang mengutamakan pendekatan minimal invasif, dengan tujuan mengurangi trauma pada jaringan tubuh.

 “Target kami adalah membuat tindakan lebih kecil dan minimal invasif, sehingga pasien dapat pulih lebih cepat,” tambah dr. Agus.

Sebelum menjalankan prosedur dengan Neuronavigasi, dokter bedah perlu mengikuti pelatihan khusus. 

Namun, dokter di RS Kasih Ibu Denpasar telah memiliki pengalaman menggunakan teknologi ini selama pendidikan di luar negeri, sehingga adaptasi terhadap alat ini dapat dilakukan dengan cepat. 

“Kami terus memperdalam pemahaman tentang teknologi ini agar pelayanan yang kami berikan semakin optimal,” kata dr. Agus.

Dengan hadirnya Neuronavigasi, RS Kasih Ibu Denpasar menunjukkan komitmennya dalam menyediakan pelayanan kesehatan berbasis teknologi modern, menjadikan keselamatan pasien sebagai prioritas utama. (zae)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved