Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Gianyar

Gianyar Dapat Vaksin PMK Sebanyak 4.861 Vial, Santiarka: Menyasar ke Seluruh Kecamatan

Di luar vaksinasi, kata dia, hal yang penting harus dilakukan agar ternak tidak terserang penyakit adalah bio security terhadap ternak. 

istimewa
Vaksinasi PMK untuk sapi di Desa Seronggo, Kecamatan/Kabupaten Gianyar, Bali, Senin 20 Januari 2025 - Gianyar Dapat Vaksin PMK Sebanyak 4.861 Vial, Santiarka: Menyasar ke Seluruh Kecamatan 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kabupaten Gianyar, Bali, telah mendapatkan dosis vaksin dari pemerintah pusat, yakni sebanyak 4.861 vial. 

Namun jumlah tersebut belum final. Sebab ketika kekurangan vaksin, Dinas Pertanian dan Peternakan (Distanak) Gianyar masih bisa meminta tambahan ke pemerintah pusat. 

Kabid Kesehatan Hewan Distannak Gianyar, I Made Santiarka menjelaskan bahwa untuk sapi di bawah tahun 2025 di Kabupaten Gianyar, sudah semuanya mendapatkan vaksin penyakit mulut dan kuku (PMK), bahkan sudah tiga dosis. 

Karena itu, pemerintah pusat menilai Gianyar di tahun 2025 ini tidak membutuhkan vaksin dengan jumlah besar. Sebab vaksin saat ini hanya dibutuhkan untuk anakan sapi yang baru lahir dan sapi yang baru masuk ke Gianyar.

Baca juga: Antispasi Pembeli Sapi Murah, Kepala Distan Klungkung Ingatkan Peternak, Dampak PMK Tak Signifikan

"Tahun ini Distannak Gianyar dijatah 4.861 dosis vaksin PMK, sesuai prakiraan kedatangan sapi dari luar dan perkiraan anakan sapi di Gianyar," ujar Santiarka, Selasa 21 Januari 2025.

Dari total vaksin tersebut, pihaknya pun telah memiliki target vaksinasi. Yakni, pada Januari ini ia menargetkan vaksinasi sapi sebanyak 1.700 ekor. 

Hal ini sesuai laporan anakan sapi dan peliharaan sapi baru milik peternak. 

"Vaksinasi sudah berjalan sejak Senin 20 Januari, selanjutnya menyasar ke seluruh kecamatan di Gianyar sampai tuntas," jelasnya.

Seperti biasa, kata dia, kegiatan vaksinasi ini juga dilaksanakan berbarengan dengan kegiatan vaksinasi rabies di desa-desa di Gianyar, sehingga petugas vaksin tidak kehabisan waktu di jalan. 

"Jadi, mereka bisa sekali jalan. Karena bisa fokus di satu desa saja," ujar Santiarka seizin Kepala Distannak Gianyar, Anak Agung Ari Putri.

Di luar vaksinasi, kata dia, hal yang penting harus dilakukan agar ternak tidak terserang penyakit adalah bio security terhadap ternak. 

"Bukan saja kepada ternak sapi, ternak babi dan lainnya juga harus dilaksanakan bio security ketat. Tidak boleh ada yang main-main ke kandang ternak secara sembarangan, karena hal ini bisa menyebarkan penyakit kepada ternak. Siapa pun yang masuk kandang apalagi datang dari bepergian jauh, maka pakaian dan tubuhnya mesti steril, minimal mandi dan ganti baju, barulah disemprot disinfektan," ujarnya.

Santiarka menegaskan, hal ini harus dilakukan demi kebaikan peternak sendiri. 

"Ini untuk mengurangi risiko ternak terkena penyakit. Kelihatannya rumit, namun bagi peternak sapi dan babi dalam jumlah banyak, bio security pasti dilaksanakan, guna menghindari kerugian akibat ancaman PMK pada sapi atau ASF pada babi," ungkapnya. (*)

Kumpulan Artikel Gianyar

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved