Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

Wayan Mudana Segera Datangi Kios Pertamini, Dugaan BBM Bercampur Air di Kuta Selatan Viral

Ada aduan masyarakat yang menduga BBM bercampur air di salah satu kios pertamini di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Bali.

ISTIMEWA
BBM Oplosan - Menurut Wayan Mudana, kejadian ini bermula dari laporan seorang warga yang membeli BBM jenis Pertalite di kios pertamini yang berlokasi di Jalan Alas Arum, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. 

Wayan Mudana Segera Datangi Kios Pertamini, Dugaan BBM Bercampur Air di Kuta Selatan Viral

TRIBUN-BALI.COM, BADUNG - Ada aduan masyarakat yang menduga BBM bercampur air di salah satu kios pertamini di Desa Kutuh, Kuta Selatan, Badung, Bali.

Terkait hal tersebut, Perbekel Desa Kutuh I Wayan Mudana langsung mendatangi kios tersebut Selasa (21/1/2025) sore kemarin.

Baca juga: Harga BBM di Bali dan Seluruh Indonesia 23 Januari, Begini Detail Harga Pertadex dan Dexlite

Dari hasil pengecekan bahwa benar adanya kandungan air dalam BBM yang ada di kios pertamini tersebut.

Iapun meminta untuk segera ditutup karena merugikan masyarakat.

BBM Oplosan - Menurut Wayan Mudana, kejadian ini bermula dari laporan seorang warga yang membeli BBM jenis Pertalite di kios pertamini yang berlokasi di Jalan Alas Arum, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.
BBM Oplosan - Menurut Wayan Mudana, kejadian ini bermula dari laporan seorang warga yang membeli BBM jenis Pertalite di kios pertamini yang berlokasi di Jalan Alas Arum, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung. (ISTIMEWA)

Menurut Wayan Mudana, kejadian ini bermula dari laporan seorang warga yang membeli BBM jenis Pertalite di kios pertamini yang berlokasi di Jalan Alas Arum, Desa Kutuh, Kecamatan Kuta Selatan, Kabupaten Badung.

Baca juga: Daftar Harga BBM di Bali, Jakarta dan Jabar 22 Januari, Solar Rp6.800, Pertalite Rp10.000

“Saat ada laporan, kami langsung tindak lanjuti. Sekaligus kami melakukan sidak ke semua kios pertamini yang ada di Desa Kutuh, yang jumlahnya sembilan."

"Dari hasil sidak, hanya satu yang bermasalah dan sudah kami tutup per hari Selasa (21/1),” kata Wayan Mudana, Rabu 22 Januari 2025.

Ia menegaskan bahwa pengawasan terhadap kios pertamini akan terus dilakukan secara ketat oleh pihak Desa Adat Kutuh.

Baca juga: RESMI! Harga BBM Se-Nasional Termasuk Bali dan Jakarta, Pertamax dan Pertadex Naik

Kios pertamini yang ditutup tersebut tidak akan diizinkan beroperasi kembali sebelum mendapatkan izin dari desa. 

“Kami akan terus melakukan pemantauan, tidak hanya seminggu sekali tetapi beberapa hari sekali, dan sidak ini tidak akan diberitahukan sebelumnya,” ujar Wayan Mudana.

Pemilik kios pertamini saat di sidak kemarin sore menyampaikan dan beralasan bahwa campuran air masuk ke dalam dispenser BBM akibat hujan yang terjadi beberapa pekan terakhir.

Baca juga: RESMI! Harga BBM Non-Subsidi di Bali dan Seluruh Indonesia Naik 15 Januari, Pertamax Rp12.500/liter

Namun pihaknya menilai bahwa alasan tersebut kurang masuk akal karena dispenser penyimpanan BBM sudah tertutup rapat saat sidak kemarin.

“Kami melihat bukti jelas adanya campuran air di dalam BBM. Oleh karena itu, kami langsung mengambil tindakan dengan menutup dispenser pertamini pada kios tersebut,” ujarnya.

Dari hasil sidak yang dilakukan ke beberapa kios pertamini di Desa Kutuh, mereka menunjukkan respons positif dan menyatakan kekhawatirannya terhadap kemungkinan campuran BBM yang berasal dari distributor. 

Baca juga: Update Harga BBM di Bali, Jatim dan Sekitar Per 6 Januari Pertamina Dex dan Dexlite Naik

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved