Berita Bali
Festival Khazanah Lontar Bali, Hadirkan Lontar Berusia 400 Tahun 'Puja Stuti Saraswati'
Nengah Suarya mengatakan, tujuan dari festival ini untuk melestarikan aksara, lontar dan tradisi sastra.
Penulis: Eka Mita Suputra | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban, Karangasem menggelar Festival Khazanah Lontar Bali bertajuk "Puja Stuti Saraswati".
Dalam festival ini akan menampilkan lontar kuno berusia sekitar 40 tahun.
Festival yang digelar perdana dibuka bertepatan dengan Hari Saraswati, Sabtu 8 Februari 2025, dan akan digelar selama 10 bulan ke depan.
Serta dirangkaikan dengan ceremonial hingga parade budaya dan parade lontar langka koleksi museum.
Baca juga: Pelaksanaan Kasanga Festival 2025 di Denpasar Bali, Anggaran Sebesar Rp 2,3 Miliar
Ketua Yayasan Karya Bhuana Lestari, I Nengah Suarya mengatakan, tujuan dari festival ini untuk melestarikan aksara, lontar dan tradisi sastra.
"Jadi kegiatan ini semuanya berbicara tentang lontar, mulai dari hulu hingga ke hilir dan skala festival ini bukan hanya kabupaten melainkan Bali," ungkap Nengah Suarya yang juga pendiri Museum Pustaka Lontar Dukuh Penaban selaku Ketua Panitia Festival Khanazah Lontar Bali, Sabtu 8 Februari 2025.
Pria yang juga menjabat sebagai Bendesa Adat Dukuh Penaban itu mengungkapkan, kegiatan festival ini dibiayai oleh Kementerian Kebudayaan, serta dibiayai oleh LPDP Kementerian Keuangan RI Tahun Anggaran 2024/2025.
Selama 10 bulan pelaksanaan festival, sedikitnya ada 9 agenda kegiatan yang dilakukan di antaranya, Lontar Prasi, Parade Budaya, Digitaisasi Lontar, Workshop pembuatan blangko lontar, Kemah Niastra, Workshop Usada, Upacara Saraswati, Pementasan Taman Penasar di Kecamatan Karangasem dan Pementasan Taman Penasar di Kecamatan Abang.
Khusus untuk parade pada hari pembukaan, ditampilkan khasanah budaya lokal, baleganjur, dan dipawaikan 15 jenis lontar yang akan dibawa oleh para pemangku setempat.
Di antara lontar yang dihadirkan, terdapat lontar bhuana kosa, merupakan salah satu lontar tua yang berusia sekitar 400 tahun.
Lalu terdapat lontar kekawain sarawati, lontar usada, lontar tutur, lontar babad, lontar asta kosala kosali, lontar rare, lontar satwa, lontar kawisesan, lontar sangkul putih dan kusuma dewa, lontan wariga, lontar slokantara, lontar kidung, lontar parwa dan lontar puja.
"Selain itu, karena festival ini skalanya Bali, jadi kami juga rencananya akan membuat workshop bedah lontar di daerah Denpasar dan Singaraja. Semoga ke depan festival yang pertama ini bisa berkelanjutan dan bisa diagendakan secara rutin," ungkap Suarya didampingi Sekretaris Panitia Acara, I Nengah Sudana. (mit)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Festival-Khazanah-Lontar-Bali-Hadirkan-Lontar-Berusia-400-Tahun.jpg)