Bencana Alam di Bali
Pohon Setinggi 15 Meter Tumbang di Jembrana Bali, Macet 70 Menit, Penanganan Dibantu TNI AL
proses penanganan akhirnya berhasil dilakukan sekitar pukul 21.40 WITA, dan arus lalu lintas kembali berjalan lancar.
Penulis: I Made Prasetia Aryawan | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, NEGARA - Pohon perindang di pinggir Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk wilayah Jembrana tumbang dan menutupi badan jalan, Senin 10 Februari 2025 malam.
Bencana alam tersebut disebabkan oleh cuaca ekstrem hujan deras disertai angin kencang.
Hal ini juga mengakibatkan arus lalu lintas di jalur nasional tersebut sempat terganggu hingga macet sekitar 1 jam 10 menit.
Menurut informasi yang diperoleh, peristiwa tersebut terjadi di kilometer 70-71 wilayah Desa/Kecamatan Pekutatan sekitar pukul 20.30 WITA kemarin.
Baca juga: 8 SD di Denpasar Bali Terdampak Cuaca Ekstrem, Dari Plafon Jebol Hingga Pohon Tumbang
Bencana tersebut terjadi tepat di tanjakan sebelah barat Polsek Pekutatan.
Pohon jenis gmelina dengan tinggi sekitar 15 meter dan diameter 50 centimeter ini sempat menyebabkan terjadinya kemacetan arus lalu lintas.
"Tim dari Polsek dibantu rombongan TNI AL dari Lantamal V Surabaya yang kebetulan melintas melakukan penanganan hingga pembersihan di lokasi," kata Kapolsek Pekutatan, Kompol I Putu Suarmadi saat dikonfirmasi, Selasa 11 Februari 2025.
Dia melanjutkan, proses penanganan akhirnya berhasil dilakukan sekitar pukul 21.40 WITA, dan arus lalu lintas kembali berjalan lancar.
"Tidak ada korban jiwa, hanya saja kabel provider dengan 3 tiang roboh," sebutnya.
Kompol Suarmadi mengimbau kepada seluruh masyarakat agar tetap waspada dan hati-hati dengan potensi bencana alam dampak cuaca ekstrem belakangan ini.
Hindari berteduh di bawah pohon besar dan tiang listrik untuk meminimalisir hal yang tak diinginkan terjadi.
Kumpulan Artikel Jembrana
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.