LPG 3 Kg di Bali
BANGLI Perketat Penyaluran Gas LPG 3 Kg! Pemkab Bahas Pola Distribusi dengan Pertamina
Rapat koordinasi ini merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bangli dalam mengupayakan ketersediaan Gas LPG 3 Kg sehingga tepat sasaran.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
TRIBUN-BALI.COM - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bangli, Bali di tahun ini akan lebih memperketat distribusi gas LPG 3 kilogram atau gas melon.
Hal tersebut agar gas yang diperuntukkan untuk rakyat miskin ini tidak terus-menerus mengalami kelangkaan. Dimana kelangkaan tersebut justru membuat oknum mempermainkan harga, yang notabene membuat harganya mahal sehingga rakyat miskin tidak mempu untuk membelinya.
Hal tersebut ditindaklanjuti dalam rapat koordinasi Organisasi Perangkat Daerah (OPD) di Pemkab Bangli, Saler Branch Manager Bali IV Pertamina Patra Niaga, Agen Gasindo Utama Perkasa, serta para agen dan pengepul gas elpiji di Kabupaten Bangli, Selasa (11/2) kemarin.
Rapat yang dipimpin Pjs Sekda Bangli, I Made Ari Pulasari itu membahas pola distribusi LPG 3 Kg yang lebih ketat untuk memastikan distribusi tepat sasaran kepada masyarakat kurang mampu.
Rapat koordinasi ini merupakan langkah konkret Pemerintah Kabupaten Bangli dalam mengupayakan ketersediaan Gas LPG 3 Kg sehingga tepat sasaran.
Baca juga: NEKAT Sebarkan Foto & Video Anak di Bawah Umur, FS Divonis 7 Tahun Penjara & Denda Rp250 Juta
Baca juga: TENDANG Pintu Kaca di Sebuah Villa, Seorang WNA Rusia Alami Luka Pada Kaki

Pj. Sekda mengharapkan Pertamina dapat memastikan ketersediaan stok serta melakukan sosialisasi kebijakan baru terkait distribusi gas bersubsidi ini. Lebih jauh dari itu, pihaknya menekankan agar Pertamina dapat memastikan serta memberikan kemudahan bagi masyarakat untuk mendapatkan Gas LPG 3 Kg.
"Kita ingin memastikan masyarakat Bangli dapat dengan mudah memperoleh LPG 3 Kg dengan ketersediaan stok yang mencukupi, sehingga kebutuhan sehari-hari mereka tetap terpenuhi," ujar Pulasari.
Kata dia, kelemahan yang terjadi selama ini, karena belum adanya sosialisasi yang masif terkait dengan keberadaan pangkalan, titik pangkalan dan dimana sub agen. "Hal ini belum masyarakat ketahui secara luas sehingga masyarakat kesulitan menemukan Gas.
Tugas kita ke depan yang dalam waktu singkat kita akan melakukan sosialisasi melalui media online dan media-media yang kita miliki termasuk juga melalui video tron yang ada di alun-alun Bangli terkait dengan kepastian pendistribusian gas elpiji yang tepat sasaran," ujarnya.
Pihak Pertamina Zico Aldillah Syahtian Branch Manager Pertamina Bali IV, mengatakan, saat ini Pertamina menindaklanjuti kebijakan baru dari Kementerian ESDM, yang hanya mendistribusikan gas LPG 3 Kg bersubsidi melalui pangkalan serta sub pangkalan resmi yang telah terdata.
"Untuk saat ini, pasca kebijakan baru dari Kementerian ESDM, Pertamina saat ini mendistribusikan kepada pangkalan dan sub pangkalan yang terdata. Nantinya para pengecer akan didorong untuk dijadikan sebagai sub pangkalan." jelas Zico.
Ia menambahkan, kebijakan ini bertujuan agar penyaluran LPG 3 Kg tepat sasaran bagi masyarakat kurang mampu serta memperpendek jalur distribusi guna mencegah penyalahgunaan gas bersubsidi tersebut.(weg)
Kelangkaan Gas LPG Jadi Sorotan, Apakah Dioplos? Ini Kata Pertamina |
![]() |
---|
LPG 3 Kg Satu Harga Bakal Diterapkan 2026: Gas Elpiji Terjangkau dan Merata di Seluruh Indonesia |
![]() |
---|
Selama Libur Panjang Nyepi dan Idul Fitri, Denpasar Dapat Tambahan 91.840 Tabung Gas Elpiji Kg |
![]() |
---|
Pemkab Bangli Perketat Penyaluran Gas LPG 3 Kilogram, Pulasari: Kita Akan Melakukan Sosialisasi |
![]() |
---|
Pengecer Berhadap Bisa Jualan LPG 3 Kg Lagi |
![]() |
---|
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.