Cuaca Ekstrem di Bali
Penjelasan Soal Kaitan Purnama Sasih Kewulu dengan Cuaca Ekstrem dan Bencana Alam di Bali
Berikut adalah penjelasan soal kaitan Purnama Sasih Kewulu dengan terjadinya cuaca ekstrem dan bencana alam di Bali beberapa hari terakhir ini.
Penulis: Putu Kartika Viktriani | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM - Berikut adalah penjelasan soal kaitan Purnama Sasih Kewulu dengan terjadinya cuaca ekstrem dan bencana alam di Bali beberapa hari terakhir ini.
Purnama Sasih Kaulu merupakan salah satu momen penting dalam kalender Hindu di Bali.
Sebagai purnama bulan ke-8, Purnama Sasih Kaulu memiliki makna mendalam bagi masyarakat Hindu, terutama terkait keseimbangan alam dan upaya mitigasi bencana.
Dalam wawancara dengan Mantan Ketua PHDI Bali, Prof. Drs. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, yang kini menjabat sebagai Rektor Universitas Hindu Negeri (UHN), beliau menjelaskan berbagai aspek yang menjadikan Purnama Sasih Kaulu sebagai periode yang perlu diwaspadai dan dihormati melalui ritual keagamaan.

Pengaruh Astronomis terhadap Purnama Sasih Kaulu
Menurut Prof. Drs. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, Purnama Sasih Kaulu sering kali bertepatan dengan peristiwa astronomis seperti bulan purnama, gerhana bulan, atau fenomena lain yang dapat memengaruhi keseimbangan alam.
Baca juga: 7 Kabupaten Berpotensi Terdampak Hujan Petir, Cek Ramalan Cuaca Bali Besok 12-13 Februari 2025
"Dalam tradisi Hindu di Bali, Purnama Sasih Kaulu (Purnama bulan ke-8 dalam kalender Hindu di Bali) dan dianggap sebagai sasih" baah" atau panca roba dan memiliki kaitan yang erat dengan bencana alam juga penyakit." kata Prof. Drs. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si kepada Tribun Bali pada 12 Februari 2025.
"Beberapa pengaruh terhadap sasih ini seperti salah satunya pengaruh Astronomis dimana Purnama Sasih Kaulu seringkali bertepatan dengan peristiwa astronomis seperti bulan purnama, gerhana bulan, atau peristiwa lain yang dapat mempengaruhi keseimbangan alam." tambahnya.
Kejadian astronomis ini diyakini memiliki dampak terhadap energi alam dan kehidupan manusia, sehingga masyarakat Hindu di Bali melaksanakan berbagai ritual untuk menyeimbangkan energi tersebut.
"Seperti bulan Kaulu, cuaca di Bali seringkali mengalami perubahan yang signifikan, seperti perubahan suhu, kelembaban, dan pola angin. Perubahan cuaca ini dapat memicu terjadinya bencana alam seperti banjir, tanah longsor, atau badai." ujarnya.
"Sehingga terjadi ketidak seimbangan alam dan dalam tradisi Hindu di Bali, kemudian Purnama Sasih Kaulu dianggap sebagai waktu untuk memulihkan keseimbangan alam. Jika keseimbangan alam tidak terjaga, maka dapat terjadi bencana alam." papar mantan Ketua PHDI Bali itu.
Perubahan Cuaca dan Potensi Bencana Alam
Sebagaimana dijelaskan oleh Prof. Drs. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, bulan Kaulu sering dikaitkan dengan perubahan cuaca yang signifikan di Bali.
Suhu, kelembaban, dan pola angin kerap mengalami fluktuasi yang ekstrem, yang berpotensi memicu bencana alam seperti banjir, tanah longsor, dan badai.
Dalam tradisi Hindu di Bali, ketidakseimbangan alam yang terjadi pada periode ini menuntut adanya tindakan spiritual untuk menjaga harmoni antara manusia dan lingkungan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.