Cuaca Ekstrem di Bali
Penjelasan Soal Kaitan Purnama Sasih Kewulu dengan Cuaca Ekstrem dan Bencana Alam di Bali
Berikut adalah penjelasan soal kaitan Purnama Sasih Kewulu dengan terjadinya cuaca ekstrem dan bencana alam di Bali beberapa hari terakhir ini.
Penulis: Putu Kartika Viktriani | Editor: Putu Kartika Viktriani
Untuk mengembalikan keseimbangan alam, masyarakat Hindu di Bali melaksanakan berbagai upacara keagamaan pada saat Purnama Sasih Kaulu.
Seperti yang diungkapkan oleh Prof. Drs. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, upacara ini dilakukan sebagai bentuk permohonan kepada Hyang Widhi dengan tujuan memohon keselamatan manusia serta menjaga keseimbangan alam.
"Untuk mengembalikan keseimbangan tersebut maka umat hindu di bali melaksanakan Upacara sebagai bentuk pernohonan kepada Hyang Widhi yg dilaksanakan saat bulan Purnama Sasih Kaulu, tujuan masyarakat Hindu di Bali melakukan upacara pada saat itu untuk memohon keselamatan manusia dan keseimbangan alam." katanya lagi.
Baca juga: Cuaca Ekstrem di Bali Diprediksi Sampai 12 Februari, Kerugian Terus Bertambah, Ini Imbauan Polisi
Ritual ini diyakini dapat membantu menetralisir energi negatif yang berpotensi memicu bencana alam.
Penyucian Diri dan Lingkungan sebagai Upaya Menyeimbangkan Energi
Selain upacara keagamaan, masyarakat Hindu di Bali juga melakukan ritual penyucian diri serta penyucian lingkungan.
Menurut Prof. Drs. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, tindakan ini dilakukan guna menghilangkan energi negatif yang dapat berdampak buruk terhadap keseimbangan alam.
"Selanjutnya melakukan juga upacara penyucian diri sendiri dan juga penyucian alam atau lingkungan guna untuk menetralisir energi negatif yang dapat memicu bencana alam." ujarnya.
Penyucian ini tidak hanya bersifat spiritual, tetapi juga memiliki makna ekologis karena mengajarkan pentingnya menjaga kebersihan lingkungan.
Kesadaran dan Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Alam
Purnama Sasih Kaulu juga menjadi momen bagi masyarakat untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya menjaga keseimbangan alam. Prof. Drs. Dr. I Gusti Ngurah Sudiana, M.Si, menekankan bahwa pada periode ini, masyarakat diharapkan lebih waspada terhadap potensi bencana alam.
Dengan meningkatkan kesadaran dan kesiapsiagaan, diharapkan dampak negatif dari perubahan alam dapat diminimalkan.
"Oleh karena itu masyarakat diharapkan Kesadaran karena pada saat Purnama Sasih Kaulu juga dianggap sebagai waktu untuk meningkatkan kesadaran masyarakat tentang pentingnya menjaga keseimbangan alam dan menghindari bencana alam." ujar Prof Ngurah.
"Dan juga diharapkan masyarakat untuk selalu siap dan waspada terhadap kemungkinan terjadinya bencana alam pada Purnama Sasih Kaulu." lanjutnya.
"Dengan demikian, Purnama Sasih Kaulu memiliki kaitan yang erat dengan bencana alam, dan masyarakat Hindu di Bali melakukan berbagai upacara dan penycian untuk memohon keselamatan dan keseimbangan alam." pungkasnya.
(*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.