Berita Bali
Bali Sedang Tidak Baik-Baik Saja, Ketua Forum Alumni KMHDI Bali Minta Pemimpin Harus Bertindak
Ketua Forum Alumni KMHDI Bali, Sae Tanju, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan Bali.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali disebut tak baik-baik saja karena menghadapi tantangan yang serius belakangan ini.
Tantangan ini mulai dari perusakan lingkungan, ketidakharmonisan antara investor dengan masyarakat adat, serta meningkatnya tindak kriminal di ruang publik.
Berbagai peristiwa dalam beberapa waktu terakhir menunjukkan bahwa tindakan nyata dari pemimpin sangat dibutuhkan untuk mengatasi krisis ini.
Ketua Forum Alumni KMHDI Bali, Sae Tanju, mengungkapkan keprihatinannya terhadap kondisi lingkungan Bali.
Baca juga: Catatkan 4 Korban Jiwa dan 7 Orang Luka, Cuaca Buruk 4 di Karangasem Sebabkan 151 Kejadian Bencana
"Saya sangat yakin Bapak Wayan Koster sebagai Gubernur terpilih yang kini telah dilantik akan mampu memberikan regulasi serta kebijakan baru untuk membenahi kondisi carut marut yang saat ini dirasakan," katanya.
Ia mengatakan, saat ini pemodal sudah tidak takut lagi membangun vila di samping tembok pura, mengurug sungai, dan mengkapling laut serta pinggiran danau.
Taksu Bali sebagai pulau dewata pun menurutnya mulai luntur akibat perilaku orang Bali sendiri dan para pemimpinnya.
"Alam tidak bisa bicara, tetapi ia bekerja dengan caranya sendiri. Dalam sepekan, Bali diterjang hujan dan angin besar yang merobohkan banyak pura, sanggah, dan candi bentar, bahkan menimbulkan korban jiwa. Apakah ini hukuman bagi kita semua yang abai merawat alam?" ujarnya.
Terkait kejadian penusukan di Jalan Nangka, ia mengajak, jangan hanya dilihat penusukannya.
Akan tetapi kenapa hal itu bisa terjadi dan orang tak takut lagi melakukan kejahatan di Bali.
Ia juga menyoroti kasus hubungan warga Desa Adat Serangan, Denpasar, dengan PT Bali Turtle Island Development (BTID) yang mengelola Kura Kura Bali di kawasan reklamasi Pulau Serangan semakin memanas.
Dalam pertemuan sebelumnya antara Anggota DPR RI, DPD RI, tokoh masyarakat dan pihak Management PT Bali Turtle Island Development (BTID) juga masih memiliki kewajiban yang belum dipenuhi sejak 27 tahun lalu terkait laba pura di Pulau Serangan, salah satunya adalah penyediaan 4 hektar lahan parkir untuk Pura Sakenan.
"Dan kami ingatkan agar janji pihak BTID untuk mencabut Pelampung Laut yang dipasang sepanjang Pantai Serangan dapat segera dilaksanakan," paparnya.
Ia menganggap Bali sedang menghadapi situasi kompleks.
Bencana alam, perusakan lingkungan, konflik antara investor dan masyarakat adat, serta meningkatnya tindak kriminal di ruang publik menunjukkan perlunya tindakan strategis dan holistik.
"Rakyat Bali membutuhkan pemimpin yang berani bertindak demi melindungi lingkungan, budaya, dan hak masyarakat adat. Bali tidak baik-baik saja bahkan banyak orang sudah mengatakan rusak, sampai manusianya sudah banyak yang rusak," katanya. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Ketua-Forum-Alumni-KMHDI-Bali-Sae-Tanju.jpg)