Penemuan Mayat di Buleleng

JENAZAH Kadek S Ditemukan Tertelungkup di Pantai Margarana Buleleng! Sempat Tinggalkan Rumahnya

Diungkapkannya, sebelumnya pada Selasa (4/3/2025) sekitar pukul 11.30 WITA, KS meninggalakan rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya. 

ISTIMEWA
Evakuasi - Pihak keluarga saat melakukan evakuasi terhadap jasad Kadek Sridevi di Pantai Margarana, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak, Selasa (4/3/2025). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Sempat dikabarkan meninggalkan rumah pada Selasa (4/3/2025) pukul 11.30 WITA.

Seorang bocah berkebutuhan khusus, ditemukan meninggal dunia. Bocah tujuh tahun bernama Ni Kadek SJ itu ditemukan dalam posisi telungkup di pinggir Pantai Margarana, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.

Baca juga: JANJI Tinggal Janji! Proyek Tol Mengwi-Gilimanuk Terancam Berhenti, Prabowo-Gibran Tak Tepati?

Baca juga: Dilabeli ‘Ramah Lingkungan’ Segini Harga Sebenarnya Mobil Dinas Baru Koster-Giri, Merk BYD

Ilustrasi mayat - Seorang bocah berkebutuhan khusus, ditemukan meninggal dunia. Bocah tujuh tahun bernama Ni Kadek SJ itu ditemukan dalam posisi telungkup di pinggir Pantai Margarana, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak.
Ilustrasi mayat - Seorang bocah berkebutuhan khusus, ditemukan meninggal dunia. Bocah tujuh tahun bernama Ni Kadek SJ itu ditemukan dalam posisi telungkup di pinggir Pantai Margarana, Desa Pemuteran, Kecamatan Gerokgak. (Tribun Bali/Prima)

Kasi Humas Polres Buleleng, AKP Gede Darma Diatmika, membenarkan saat dikonfirmasi mengenai penemuan jenazah KS.

Diungkapkannya, sebelumnya pada Selasa (4/3/2025) sekitar pukul 11.30 WITA, KS meninggalakan rumah tanpa sepengetahuan orang tuanya. 

Pihak keluarga yang khawatir pun segera berupaya melakukan pencarian. Hingga pada pukul 15.15 WITA, salah seorang warga bernama I Komang Sumerta mendapati tubuh bocah tujuh tahun itu telungkup di pinggir pantai.

"Mendapati hal tersebut, saksi memberitahukan kepada kerabat korban. Hingga tak berselang lama keluarga korban mendatangi lokasi kejadian dan segera membawa KS ke Puskesmas Gerokgak 2 untuk mendapat penanganan medis," jelasnya dikonfirmasi Rabu (5/3/2025). 

Namun takdir berkata lain. Dari hasil pemeriksaan petugas puskesmas, KS dinyatakan telah meninggal dunia. Kata Kasi Humas, atas peristiwa ini pihak keluarga menerima dengan ikhlas dan menolak dilakukan proses autopsi.

"Keluarga menerima hal ini murni sebagai musibah. Sebab korban memiliki riwayat autisme, hiperaktif dan epilepsi," tandasnya. (mer)

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved