Berita Bali
Pertukaran Seni Budaya Digelar September di Bali, Dongkrak Perkembangan Seni di Panggung Global
Bali telah lama menjadi "kanvas" yang dinamis untuk pertukaran budaya, pariwisata, dan perhotelan.
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Art Fair Internasional bertajuk Art & Bali bakal semakin memperkuat posisi Bali sebagai sebuah ruang pertukaran seni dan budaya Indonesia di mata dunia.
Seniman dengan kolektor, kurator, serta para pemimpin industri kreatif di Asia Tenggara dan dunia bakal berdatangan ke Nuanu Creative City Tabanan, Bali, pada 12–14 September 2025 mendatang.
CEO Nuanu Creative City, Lev Kroll menjelaskan, dengan tema 'Bridging Dichotomies,' ditargetkan menjembatani berbagai kontras dalam seni, seperti tradisi dan modernitas, alam dan teknologi, serta manusia dan kecerdasan buatan.
"Lebih dari sekadar pameran, Art & Bali menjadi platform bagi seniman, kolektor, institusi, dan pemimpin industri untuk berkolaborasi, sekaligus merayakan ekspresi artistik global dan kekayaan budaya Bali dalam ekosistem seni yang lebih luas," kata Lev kepada Tribun Bali, Senin 10 Maret 2025.
Baca juga: Arja Cupak, Penampilan Sanggar Seni Majalanggu dalam Pergelaran Revitalisasi Kesenian Klasik
Menurut dia, Bali sebagai salah satu tujuan wisata utama dunia yang menarik lebih dari 6,3 juta wisatawan di tahun 2024, memiliki keindahan alam, warisan budaya yang kaya, dan daya tarik internasional yang kuat.
"Bali tempat yang ideal untuk sebuah art fair yang menjembatani komunitas seni lokal dan global, seni bukanlah sebatas pameran dan edukasi, tapi juga tentang bagaimana kami membangun ekosistem berkelanjutan untuk mendukung para seniman, berinteraksi dengan pengunjung, dan mendobrak batasan kreativitas,” ujar dia.
Art & Bali digelar dengan mengedepankan praktik berkelanjutan, inovasi, serta harmonisasi antara alam dengan seni digital menyikapi masa depan seni yang tidak lagi terbatas pada galeri berdinding putih, namun berada dalam ruang yang mampu menghubungkan kreativitas dan lingkungan.
Art & Bali hadir di lima lokasi unik dalam Nuanu Creative City dengan ruang yang inovatif, instalasi interaktif, dan desain arsitektur yang dibuat sesuai dengan prinsip pembangunan berkelanjutan.
Hal ini menjadikan Art & Bali destinasi utama kolektor seni dan wisatawan budaya, menjadi sebuah tempat berkumpulnya jutaan wisatawan.
Seperti yang diketahui, hal ini juga sejalan dengan misi Bali untuk memperkuat posisinya sebagai pusat kreativitas dan juga inovasi di Asia Tenggara.
Brand & Communications Director, Nuanu, Ida Ayu Astari Prada, menyampaikan, bahwa Art & Bali menjadi pendukung perkembangan seni kontemporer Indonesia di panggung global.
"Membantu membangun panggung bagi seniman lintas generasi, sekaligus merayakan keberagaman ekspresi artistik," kata dia.
Kata dia, Bali telah lama menjadi "kanvas" yang dinamis untuk pertukaran budaya, pariwisata, dan perhotelan.
“Sebagai orang Bali, saya tidak sabar untuk melihat bagaimana Art & Bali menginterpretasikan kembali Tri Hita Karana melalui kreativitas kolektif seniman lokal dan global yang akan berpartisipasi dalam art fair internasional pertama di Bali yang menjunjung konsep yang berbeda dari yang lain," bebernya.
Ajang ini juga tentunya terbuka bagi penggemar seni atau publik yang mencari pengalaman budaya yang unik, Art & Bali bertujuan menjadi salah satu pergelaran utama terdepan dalam kalender seni internasional. (*)
Kumpulan Artikel Bali
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Pertukaran-Seni-Budaya-Digelar-September-di-Bali-Dongkrak-Perkembangan.jpg)