Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Ramadan 2025

Dua Kapal Kapasitas Jumbo Dikerahkan Selama Mudik, Urai Antrean di Pelabuhan Gilimanuk

Untuk mengantisipasi antrean panjang, dua perbatuan dengan kapasitas jumbo disiapkan di Pelabuhan Ketapang.

Tayang:
Tribun Bali/I Made Prasetia Aryawan
PELABUHAN - Aktivitas meningkat di Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana dampak cuaca buruk, Rabu 19 Maret 2025 kemarin. ASDP imbau masyarakat mudik lebih awal karena pemudik diprediksi mulai padat pada 24 Maret 2025 mendatang lantaran adanya serangkaian upacara adat dan penutupan Pelabuhan Gilimanuk pada 29 Maret dinihari. 

Dua Kapal Kapasitas Jumbo Dikerahkan Selama Mudik, Urai Antrean di Pelabuhan Gilimanuk

TRIBUN-BALI.COM, JEMBRANA - Untuk mengantisipasi antrean panjang, dua perbatuan dengan kapasitas jumbo disiapkan di Pelabuhan Ketapang.

ASDP Ferry Indonesia Cabang Ketapang memprediksi jumlah pemudik sebesar 10-12 persen mulai tanggal 24 Maret 2025 mendatang. 

Apalagi sedang dilakukan pengerukan sedimentasi pasir di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk. Hal ini untuk mengantisipasi kemungkinan kapal kandas saat bersandar.

Baca juga: Pemudik Bali Diminta Berangkat pada 25-27 Maret, Dishub Bali Bangun 48 Titik Posko Pengamanan Mudik

"Kami mengimbau kepada pengguna jasa yang hendak ke Jawa agar memperhatikan imbauan pemerintah."

"Usahakan mudik dari jauh-jauh hari untuk menghindari kemacetan atau antrian panjang nantinya," jelas General Manajer ASDP Cabang Ketapang, Yani Andriyanto didampingi Manajer Usaha ASDP Pelabuhan Gilimanuk, Ryan Dewangga saat dikonfirmasi, Rabu 19 Maret 2025 malam.

Dia melanjutkan, sebagai antisipasi timbulnya antrean panjang, dua kapal perbantuan berkapasitas jumbo hingga 1.000-2.000 GT akan disiagakan mengurai antrean kendaraan di Pelabuhan Gilimanuk.

Baca juga: Jelang Arus Mudik di Bali, 7 Kapal Tujuan Padangbai-Lembar Docking

Kapal ini mampu mengangkut hingga ratusan kendaraan. Kapal tersebut kemungkinan bakal mulai beroperasi sejak 24 Maret 2025 mendatang.

"Ada dua kapal perbantuan dengan kapasitas jumbo dari lintas Padangbai-Lembar. Secara umum ada 54 kapal dengan pola operasional kapal normal, padat dan sangat padat (28-32 kapal)," sebutnya.

Disinggung mengenai prediksi peningkatan pemudik, Ryan menyebutkan prediksi sementara jumlah pemudik bakal ada peningkatan 10-12 persen mulai Senin 24 Maret 2025 mendatang.

"Yang paling signifikan adalah di 27-28 Maret. Namun, masyarakat harus waspada dengan serangkaian upacara adat sebelum waktu puncak tersebut. Sehingga ini menjadi planning yang baik untuk musim lebih awal," tegasnya.

Sementara itu, kata dia, ASDP juga melakukan pengerukan sedimentasi pasir di Dermaga LCM Pelabuhan Gilimanuk seminggu belakangan ini. Tujuannya untuk membantu kelancaran operasional atau mengantisipasi adanya kapal kandas saat sandar, terutama saat air laut surut.

"Pengerukan dilakukan untuk memastikan proses sandar kapal tidak ada kendala nantinya. Sedimentasi ini dapat mengakibatkan kapal kandas terutama saat surut," ungkapnya.

ASDP Sediakan Posko Untuk Pemudik Terjebak

Yani Andriyanto mengungkapkan, ASDP juga menyediakan posko di dalam pelabuhan Gilimanuk untuk para pemudik yang terlambat saat penutupan Pelabuhan Gilimanuk di 29 Maret 2025 mulai pukul 05.00 WITA.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved