Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Pemberdayaan Umat Buddha di Pedesaan Bali Masih Perlu Diperhatikan Pemerintah

Pemberdayaan Umat Buddha di Pedesaan Bali Masih Perlu Diperhatikan Pemerintah

Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
PELANTIKAN - Pelantikan Pengurus Walubi Bali periode 2024-2029 di Denpasar, Bali, pada Kamis 10 April 2025. Pemberdayaan Umat Buddha di Pedesaan Bali Masih Perlu Diperhatikan Pemerintah 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Penguatan perekonomian umat Buddha di pedesaan Bali yang belum terjamah pemberdayaan menjadi fokus Perwakilan Umat Buddha Indonesia (Walubi) Bali 5 tahun kedepan sehingga memberikan dampak positif bagi kemajuan Pulau Dewata. 

Ketua DPD Walubi Provinsi Bali, Pande Made Utari menyampaikan, bahwa masyarakat umat Buddha di pedesaan perlu diperhatikan untuk mendapatkan akses kepada pemerintah. 

"Kadang-kadang kami lihat beberapa, pemerintah belum menyentuh akar rumput masyarakat umat Buddha terutama yang ada di daerah pedesaan, target utama kami adalah untuk melihat daerah terpencil, terbelakang yang membutuhkan akses ke pemerintah," kata Utari dijumpai di Denpasar, pada Kamis 10 April 2025. 

Ia menjelaskan bahwa umat Buddha di Bali, para generasi muda masih perlu mendapatkan sentuhan program pendidikan seperti Beasiswa, kemudian ibu-ibu juga bisa diberdayakan melalui pendampingan hasil karya yang memiliki nilai jual di bidang pariwisata seperti kerajinan dan sejenisnya.

Baca juga: VIDEO Kegiatan Adat di Bali Dinilai Jadi Faktor Utama Seseorang Nekat Ulah Pati, Simak Ulasannya

"Diharapkan pemerintah bibsa membantu dalam hal UMKM, yang bisa berjalan melalui akses pemerintah dan masyarakat kecil yang belum terjangkau, itu prioritas kami," bebernya. 

"Banyak yang putus sekolah, padahal memiliki kemampuan tapi mereka tidak memiliki akses sehingga mereka tertinggal," imbuh Utari 

Sementara itu, Kordinator Organisasi Pusat dan Daerah DPP Walubi, Yandi, S.Ag., M.LAP., M.Sos berharap Walubi bisa menjadi jembatan kemajuan daerah pariwista di Bali berkolaborasi dengan masyarakat secara luas. 

"Walubi bisa menjadi jembatan, tidak hanya bagi umat Buddha khususnya tetapi juga masyarakat luas untuk terus kami bisa membuat masyarakat lebih maju lagi khususnya di Pulau Bali daerah pariwisata dengan kondisi yang ada, apa yang harus kami Walubi Bali ranang kedepannya supaya Bali terus maju," tuturnya.

"Berkarya, kolaborasi dengan semua elemen yang ada membangunn Bail lebih baik lagi terutama dalam sudut pandang keagamaan, kerukunan internal dijaga, antar lembaga dan pemerintah, Trilogi kerkunan umat beragama ini menjadi pin penting karena Bali sudah berjalan toleransi sudah tinggi kami datang mearnai nilai toleransi yang sudah ada ini," jabarnya. 

Wakil Gubernur Bali, I Nyoman Giri Prasta berpesan kehadian organisasi-organisasi kegamaan di Bali diharapkan memberikan nuansa dan warna di Pulau Dewata dalam merajut kerukunan antar umat beragama di Bali

"Provinsi Bail menerapkan Pancasila, Sila ke 5 Keadilan Sosial Bagi Seluruh Rakyat Indonesia, yang beda jangan dipaksakan jadi sama, yang sama jangan dibeda-bedakan, dengan wadah Walubi ini bisa meningkatkan mewarnai pembangunan pulau Bali," pungkasnya.

(*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved