Berita Video
VIDEO Peran Pecalang Istri Jadi Penjaga Etika dan Adat, Harap Dapat Perhatian Pemerintah Bali
BERITA VIDEO Peran Pecalang Istri Jadi Penjaga Etika dan Adat, Harap Dapat Perhatian Pemerintah Bali
TRIBUN-BALI.COM - Pada tahun 2019, Pengempon Pura Luhur Batukau di Desa Wangaya Gede, Tabanan membentuk pecalang istri atau pecalang perempuan sebagai bagian dari pelaksanaan tugas-tugas adat dan keagamaan.
Meski diharapkan seluruh desa adat di Bali mengikuti langkah ini, hingga kini belum semua desa adat memiliki pecalang istri.
Ketua MDA Bali, Ida Penglingsir Agung Putra Sukahet, menyatakan bahwa pecalang istri dibentuk untuk membantu menjaga etika, khususnya dalam urusan perempuan, dan perekrutannya diserahkan kepada desa adat, yang penting mereka memiliki semangat ngayah (kerelawanan).
Ni Ketut Pariati, Ketua Pecalang Istri Pura Luhur Batukau, menyebutkan bahwa kelompoknya dibentuk saat Karya Agung Pengurip Bumi tahun 2020 dan kini berjumlah 17 orang.
Baca juga: VIDEO MDA Akan Bersurat ke Polda Bali usai Pecalang Karangasem Dari Korban Jadi Tersangka
Selain menjaga kelancaran upacara, mereka juga menertibkan etika berpakaian di pura serta membantu melaporkan kasus yang menyangkut perempuan ke pihak berwenang.
Meski bekerja secara sukarela tanpa gaji, Pariati berharap ke depan pemerintah memberikan perhatian, baik kepada pecalang istri maupun pecalang laki-laki, karena keduanya berperan penting dalam menjaga ketertiban dan keamanan di lingkungan adat.
(*)
baca berita lainnya di Berita Video <<<