Berita Bali
RSUD Bali Mandara Akan Miliki Layanan Jantung Intervensi Non Bedah
RSUD Bali Mandara buka layanan kateterisasi jantung (Cathlab) dan akan memiliki layanan Jantung Intervensi Non-Bedah (PCI).
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Lebih lanjut dijelaskan, kasus jantung karena penyempitan dari awal sehingga terjadi serangan jantung. Kemudian, jika memang terjadi penyempitan di atas 80 akan dipasangkan ring.
“Penyebab kematian setelah kanker, kanker pertama. Yang kedua lah, paling sering jantung,” katanya.
Dengan adanya layanan jantung intervensi non-bedah mempermudah akses masyarakat Bali dan wilayah Indonesia Timur untuk mendapatkan layanan jantung yang berkualitas dan terjangkau.
Layanan Cathlab didukung oleh dua dokter spesialis jantung dan pembuluh darah konsultan intervensi, tim perawat intervensi, serta radiografer terlatih.
Selain layanan kateterisasi jantung, sejak September 2024 RSUD Bali Mandara juga telah melaksanakan layanan Digital Subtraction Angiography (DSA) untuk intervensi neuro dan vaskular, sebagai bentuk perluasan layanan unggulan rumah sakit.
Kegiatan Proktorsif diawali dengan acara pembukaan kegiatan proktorsif dihadiri oleh berbagai pejabat pusat dan daerah, termasuk Direktur Pelayanan Klinis, Kementerian Kesehatan RI dan Direktur RS Jantung dan Pembuluh Darah Harapan Kita.
“Layanan Cathlab di RSUD Bali Mandara saat ini masih dalam proses pemenuhan berkas untuk kerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga ke depan diharapkan masyarakat peserta JKN dapat memperoleh layanan jantung intervensi di RSUD Bali Mandara secara lebih mudah dan terjangkau,” tandasnya.
Sementara itu, Sekda Provinsi Bali Dewa Made Indra hadir dalam pembukaan kegiatan protoksif, menjelaskan untuk menjelaskan pelayanan kepada amsyarakat yang mengalami gangguan jantung.
Catchlab bantuan Kementerian Kesehatan bagian program prioritas untuk meningkatkan layanan jantung.
”Tenaga dokternya harus fellow, di bawah pengampuan Rumah Sakit Jantung Harapan Kita. Maka sekarang sudah hadir timnya di bawah kepemimpinan Dokter Diki. Timnya RS Prof Ngoerah untuk memastikan tenaga dokter ini sudah bsia melaksanakan tindakan jantung non bedah,” jelasnya.
Rumah Sakit di Bali yang baru memiliki layanan jantung RS Prof Ngoerah, RSUD Buleleng dan RS Bali Mandara.
”Yang pasti karena baru butuh pembicaraan sekemanya seperti apa kerja sama dengan BPJS, yang pasti harus bekerja sama karena RS Prof Ngoerah dan Harapan Kita bekerja sama dengan BPJS Kesehatan,” tutupnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/RSUD-Bali-Mandara-buka-layanan-kateterisasi-jantung-996.jpg)