Seputar Bali
100 Hari Kinerja Kerja, Bupati Jembrana Luncurkan Program Modal PMI dari Rp50 Hingga Rp100 Juta
Demi mendukung perbaikan ekonomi keluarga di wilayah Jembrana, Bupati Jembrana Bang-Ipat luncurkan program modal untuk PMI
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Demi mendukung perbaikan ekonomi keluarga di wilayah Jembrana, Bupati Jembrana, I Made Kembang Hartawan dan Wakil Bupati Jembrana I Gede Ngurah Patriana Krisna (Bang-Ipat) luncurkan program modal untuk PMI.
Program ini direncanakan akan mampu memberikan modal usaha yang bernilai besar bahkan mencapai Rp100 juta dengan syarat tertentu.
Program ini akan memfasilitasi permodalan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI) dan Peserta Pemagangan Luar Negeri (PPLN).
Program ini memberikan angin segar bagi Calon Pekerja Migran Indonesia (CPMI) yang hendak keluar negeri.
Baca juga: ROGOH Kocek Rp10 Juta Lebih, Pria Asal Banyuwangi Nginap di Hotel Para Pemain Timnas, Berbuah Manis!
Mereka bakal diberikan dana talangan serta subsidi tanpa bunga dan tanpa jaminan dengan nilai Rp50-100 Juta.
Peluncuran kemudian ditandai dengan penyerahan simbolis kredit bersubsidi kepada enam calon PMI yang sudah lulus tahap pre-screening.
"Program ini hadir sebagai solusi dana talangan bagi anak-anak muda Jembrana yang ingin bekerja ke luar negeri,”
“Cukup menunjukkan job letter, mereka akan langsung difasilitasi oleh Bank BPD Bali, tanpa bunga dan tanpa jaminan," ujar Bupati Kembang Hartawan didampingi Wakilnya, Ipat saat acara penyampaian laporan 100 Hari Kinerja Bupati dan Wakil Bupati Jembrana Periode 2025-2030.
Baca juga: Dari Tukang Fotocopy, Ketut Guna Siap Perjuangkan Rakyat di DPRD Bangli

Baca juga: Kevin Diks Tiba di Indonesia 1 Juni 2025, Siap Perkuat Timnas Usai Bawa FC Copenhagen Juara
Menurut dia, minat generasi muda Jembrana untuk bekerja ke luar negeri saat ini sangatlah tinggi.
Sehingga dirinya dengan pemerintah sangat mendukung langkah ini, namun menekankan pentingnya membangun mental wirausaha setelah kembali ke tanah air.
Bahkan program ini diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat serta menciptakan SDM unggul yang siap bersaing secara global.
"Kami harap setelah pulang, mereka tidak hanya membawa uang, tapi juga pengalaman dan etos kerja yang bisa membangun Jembrana," harapnya.
Untuk diketahui, kerjasama Pemerintah Daerah dengan Bank BPD bali yang bertujuan untuk membantu mendorong kesejahteraan masyarakat.
Subsidi kredit ini diberikan untuk pekerja imigran yang pertama kali berangkat ke luar negeri atau pesiar.
Pihak perbankan bakal memberikan bantuan kisaran dari Rp50-100 Juta tanpa bunga dan jaminan kepada satu orang PMI dengan jangka waktunya pinjaman maksimal selama 12 bulan.
Mereka para penerima harus memenuhi syarat yang telah disepakati. Contohnya adalah menunjukkan job letter. (*)
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.