Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Badung

SIAP Bangun Apotik dan Gerai Sembako, Desa Bongkasa Pertiwi Jadi Percontohan Koperasi Merah Putih

Kendati demikian, sejatinya dia tidak begitu paham bagimana teknis desanya terpilih menjadi percontohan Kopdes Merah Putih.

Istimewa
DIALOG - Wamen Koperasi RI Ferry Juliantono saat acara Dialog Percepatan Musyawarah Desa/Kelurahan Khusus Pembentukan Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih di Puspem Badung beberapa waktu lalu. 

TRIBUN-BALI.COM  - Pemerintah pusat menetapkan Desa Bongkasa Pertiwi, Kecamatan Abiansemal, Kabupaten Badung sebagai desa percontohan pembangunan Koperasi Desa (Kopdes) Merah Putih di Bali.

Bahkan sebelumnya, Wakil Menteri Koperasi (Wamenkop) Ferry Juliantono sempat meninjau desa Bongkasa Bertiwi. Diharapkan nantinya sejumlah desa bisa belajar di Desa Bongkasa Peritwi terkait pembangunan koperasi itu.

Perbekel Desa Bongkasa Pertiwi, I Nyoman Buda saat dikonfirmasi Jumat (6/6) tidak menampik hal tersebut. Pihaknya mengaku jika desa yang dipimpinnya sudah resmi dijadikan desa percontohan.

Bahkan nanti, jika koperasi sudah dibangun dan beroprasi, maka pihaknya berencana akan mengembangkan gerai sembako, termasuk apotik desa. 

Kendati demikian, sejatinya dia tidak begitu paham bagimana teknis desanya terpilih menjadi percontohan Kopdes Merah Putih. Namun sebelum terpilih, Buda mengaku sempat diskusi kecil bersama Anggota DPR RI, Rieke Diah Pitaloka. Kala itu, Rieke sempat berkunjung di salah satu wisata adventure di Desa Bongkasa Pertiwi.

Baca juga: Belum Kembali Sejak Kemarin, Pencarian Pekak Made Rerod Dilanjutkan Besok di Karangasem Bali

Baca juga: SENGKETA Warisan di Pejeng Kangin Gianyar Bali Berhasil Diselesaikan di BKA 

“Secara umum saya tidak tahu kategori bisa dipilih menjadi percontohan. Tetapi yang jelas, sebelumnya sempat diskusi kecil dengan Bu Rieke, saya ingin desa itu berbasis data desa presisi, dan ternyata nyambung dengan Kopdes Merah Putih,” ujarmya.

Diakui saat itu Rieke semangat bahwa Desa Bongkasa Pertiwi akan dipakai contoh untuk Kopdes Merah Putih berbasis data desa presisi. Diakui dalam pembentukan Kopdes Merah Putih, Desa Bongkasa Pertiwi pihaknya sudah melakukan sejumlah persiapanseperti melaksanakan Musyarawarah Desa Khusus (Musdesus) dengan melibatkan sejumlah tokoh di desa, termasuk para ibu PKK. Hal ini dimaksudkan untuk rembug dan menyamakan persepsi mengenai pembentukan koperasi baru. 

“Setelah rapat-rapat kecil, kami lanjut dengan pra Musdes. Dalam pra Musdes itu kami sudah sepakati pengurusnya, nilai simpanan pokok, simpanan wajibnya, anggotanya. Sehingga saat Musdesus kami sudah clear, semua komplit tinggal menetapkan saja,” jelasnya.

Bahkan saat ini katanya, akta pendirian koperasi sudah keluar, tinggal memproses Nomor Induk Koperasi agar bisa segera beroperasi. Pihaknya mebgaku saat ini tengah merancang program berbeda dengan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) dan koperasi yang telah ada di Desa Bongkasa Pertiwi.

“Mengingat dari data yang dimiliki, di Desa Bongkasa Pertiwi telah berdiri usaha sejenis seperti satu BUMDes, tiga koperasi (satu banjar, satu koperasi), serta satu LPD milik desa adat. Ke depan, kita menginginkan semua usaha ini berjalan selaras,” jelasnya.

Diakui desa itu memiliki BUMDes, bahkan BUMDes yang  dimiliki selama ini sudah berjalan dalam mengelola desa wisata, Pengelolaan Air Minum (PAM) desa, jasa samsat online, hingga penyedia material bangunan untuk desa. Untuk Kopdes Merah Putih ini, pihaknya merancang gerai sembako yang mana nantinya akan menjadi induk dari usaha warung kecil yang ada, agar warung-warung juga hidup.

“Kemudian kita belum punya apotik, mungkin gerakan kita ada apotik desa. Namun kalau masalah simpan pinjam, kami belum laksanakan (di Kopdes Merah Putih) biar tidak berbenturan. Karena kami di sini ada beberapa usaha sejenis di antaranya koperasi banjar ada 3, LPD desa adat ada satu. Termasuk BUMDes milik desa. Rencananya nanti semua akan kami ajak rembug duduk bersama,” tegasnya.

Sedangkan untuk penyertaan modal Kopdes Merah Putih, Buda mengaku akan dibantu melalui BUMDes. “Kami sempat tanyakan saat dialog bersama Pak Wamen beberapa waktu lalu, memang koperasi ini tidak boleh di bawah unit BUMDes, wajib berdiri sendiri. Sehingga kami akan melaksanakan berbeda, saya akan buatkan Peraturan Perbekel nanti, bahwa BUMDes itu kerjasama dengan koperasi,” jelasnya. (gus)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved