Berita Nasional

PHK Dimana-mana, Industri Kreatif Lebih Digandrungi, Menteri Teuku: Trendnya Bergeser

Industri-industri ini yang sangat berkembang tentu kaitannya dengan sentuhan inovasi dan teknologi. 

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Menteri Industri Kreatif, Teuku Riefky Harsya pada acara Generasi Melek Teknologi (Genmatic), ‘To The Next Digital Wave’ Peluang Emas Menghasilkan Ratusan Juta di Industri Kreatif 2025 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Sabtu 14 Juni 2025. PHK Dimana-mana, Industri Kreatif Lebih Digandrungi, Menteri Teuku: Trendnya Bergeser 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Kondisi pemutusan hubungan kerja (PHK) di kota-kota besar Indonesia saat ini kian marak ditemui. 

Tak main-main, bahkan perusahaan besar pun juga melakukan PHK pada karyawannya. 

Tanggapi hal tersebut, Menteri Industri Kreatif, Teuku Riefky Harsya pada acara Generasi Melek Teknologi (Genmatic), ‘To The Next Digital Wave’ Peluang Emas Menghasilkan Ratusan Juta di Industri Kreatif 2025 di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Bali, Sabtu 14 Juni 2025 mengatakan, semakin sulit saat ini mencari pekerjaan dan semakin banyak PHK yang disebabkan bukan hanya karena situasi geopolitik. 

“Tetapi trendnya memang bergeser, ketika mencari pekerjaan di meja sebelah kiri ternyata lapangan pekerjaan yang berkembang pesat di meja sebelah kanan,” jelasnya. 

Baca juga: Puluhan Karyawan Coca Cola Mengwi Di-PHK, Disnaker Bali dan Badung Kawal Hak dan Pesangon

Maka dari itu, ia mengatakan akan mendorong pekerjaan yang berkualitas dengan juga mendukung berkembangnya industri kreatif. 

Ia pun sempat berkomunikasi dengan Ketua Alumni salah satu Universitas besar di Indonesia. 

Di mana dari sekian belas ribu alumni kampus tersebut, dalam beberapa tahun terakhir dan dari sekian belas fakultas, 60 persen ternyata tidak bekerja di bidang yang selama ini diambil saat duduk dibangku perguruan tinggi. 

“Ternyata 60 persen justru masuk ke industri kreatif seperti kuliner, konten kreator, musisi. Jadi memang industri kreatif ini ada yang berbasis budaya di situ ada kuliner, fashion, seni rupa, seni desain, arsitektur, desain interior, ada yang berbasis media film animasi dan musik. Digital ada games, animasi, termasuk konten kreator teknologi baru,” imbuhnya. 

Industri-industri ini yang sangat berkembang tentu kaitannya dengan sentuhan inovasi dan teknologi. 

Anak-anak muda saat ini dikatakan Teuku Riefky merupakan generasi muda yang hampir lebih dari 40 persen di bawah umur 40 tahun yang ingin bekerja sesuai dengan passionnya. 

Semisal dari kecil suka mendengar musik, ketika dewasa ingin menjadi musisi. Saat kecil suka menonton animasi, ketika dewasa ingin membuat film. 

“Faktanya dalam 5 tahun terakhir, 1 sampai 2,5 juta orang bekerja di industri kreatif, jadi perkembangan industri kreatif ini sangat pesat perlu bimbingan,” paparnya. 

Ia pun berharap konten kreator saat ini dapat menjadi kreator yang tak hanya populer tapi juga memiliki nilai tambah ekonomi yang bisa membawa manfaat bagi diri sendiri keluarga dan masyarakat luas. 

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved