Penembakan di Badung

Penembakan WNA di Munggu Bali, Wamenpar Minta Pengawasan di Akomodasi Penginapan Ditingkatkan

pengawasan dan pengamanan di hotel harus ditingkatkan, sehingga hal seperti ini tidak terulang kembali. 

Tribun Bali/Ni Luh Putu Wahyuni Sari
Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa turut hadir dalam pembukaan Peed Aya Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII/2025, dilaksanakan di depan Monumen Bajra Sandhi, Jalan Puputan, Denpasar, pada Sabtu 21 Juni 2025 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Wakil Menteri Pariwisata, Ni Luh Puspa tanggapi kasus penembakan warga negara asing (WNA) asal Australia Zifwan Ramadovic oleh orang tidak dikenal (OTK) di sebuah vila di Jalan Pantai Munggu Seseh, Mengwi, Badung, Bali, beberapa waktu lalu. 

Ia mengatakan sangat prihatin sekali dengan apa yang terjadi dan kasus ini sudah ditangani oleh pihak kepolisian. 

Hal tersebut ia sampaikan pada acara pembukaan Peed Aya Pesta Kesenian Bali (PKB) XLVII/2025, dilaksanakan di depan Monumen Bajra Sandhi, Jalan Puputan, Denpasar, Sabtu 21 Juni 2025. 

“Ini juga menjadi satu refleksi buat kita juga bahwa masalah keamanan itu hal yang penting sekali. Jadi kita harus sama-sama mendorong terciptanya keamanan di Bali sebagai destinasi utama pariwisata Indonesia karena hampir 50 persen wisatawan mancanegara hadirnya di Bali,” jelas Puspa. 

Baca juga: UPDATE Kasus Penembakan WNA di Badung, Agen Australia Turun tangan, Olah TKP Ungkap Fakta

Ia juga mengajak semua masyarakat untuk bersama-sama menjaga keamanan di Bali, terutama pengelola hotel utamanya, meningkatkan kembali keamanan, safety di dalam hotelnya sendiri. 

Jadi, pengawasan dan pengamanan di hotel juga harus ditingkatkan, sehingga hal seperti ini tidak terulang kembali. 

“Kita lihat Australia masih terus tumbuh setiap tahun. Dia masuk dalam tiga besar wisatawan yang datang ke Bali, Indonesia. Saya berharap ini tidak akan mempengaruhi,” imbuhnya. 

Walaupun sempat ada travel warning yang dikeluarkan oleh pemerintah Australia, ia meyakini tak mempengaruhi pariwisata sebab untuk meningkatkan kewaspadaan. 

Dan negara-negara seperti Indonesia juga biasa mengeluarkan travel warning kepada masyarakatnya yang berwisata ke luar negeri. 

“Itu adalah imbauan untuk meningkatkan dan membuat kita safety di negara tujuan. Kalau kita lihat pesan-pesannya bagus. Menghormati masyarakat lokal, meningkatkan kewaspadaan, dan diingatkan kalau misalnya ke pantai dan lain sebagainya harus memperhatikan keamanan saat berwisata. Itu adalah hal yang baik dan kita harus dorong bersama-sama,” tutupnya. 

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved