Pendaki Asal Brasil Tewas
Jenazah Juliana Marins Diserahkan ke Yayasan Antar Bangsa, Malam Ini Dipulangkan dari Bali ke Brasil
Rumah Sakit Umum Daerah Bali Mandara resmi menyerahkan jenazah Juliana Marins, wisatawan asal Brasil yang tewas terjatuh di lereng Gunung Rinjani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Bali Mandara resmi menyerahkan jenazah Juliana Marins, wisatawan asal Brasil yang tewas terjatuh di lereng Gunung Rinjani, NTB, kepada Yayasan Antar Bangsa pada Senin, 30 Juni 2025, pukul 11.45 WITA.
Kepala Bidang Penunjang Medik RSUD Bali Mandara, Elin Nainggolan, menjelaskan bahwa prosesi serah terima jenazah dimulai sejak pukul 10.00 WITA dan dihadiri perwakilan konsulat Brasil.
"Jenazah hanya ditemani konsulat. Pukul 12.00 WITA jenazah diberangkatkan," ujar Elin.
Juliana Marins sebelumnya disemayamkan di ruang forensik RSUD Bali Mandara sejak diautopsi pada Kamis malam, 26 Juni 2025, hingga Senin, 30 Juni 2025, atau sekitar empat hari.
"Pemulangannya berjalan lancar, diurus Yayasan Antar Bangsa. Biaya keberangkatan juga ditanggung konsulat. Sementara tidak ada pesan khusus yang disampaikan dari pihak keluarga," tambah Elin.
Malam Ini Terbang ke Brasil
Berdasarkan informasi dari Kabid Humas Polda Bali, peti jenazah Juliana Marins sudah mendapatkan approval untuk semua rute penerbangan dari maskapai Emirates.
Baca juga: Autopsi Juliana Marins Dilakukan Tengah Malam di RSUD Bali Mandara, Pendaki Tewas di Gunung Rinjani
Jenazah dijadwalkan berangkat dari Bandara Ngurah Rai pada Selasa dini hari, 1 Juli 2025, pukul 00.35 WITA dengan penerbangan Emirates EK 0399 tujuan Dubai.
Dijadwalkan tiba di Dubai pukul 05.35 waktu setempat.
Selanjutnya, penerbangan dilanjutkan dari Dubai pada 2 Juli 2025 pukul 08.05 menuju Rio de Janeiro, Brasil, dengan perkiraan tiba pukul 15.50 waktu setempat.
Pengantaran jenazah dari RSUD Bali Mandara ke Bandara Ngurah Rai menggunakan ambulans Yayasan Antar Bangsa dengan pengawalan yang difasilitasi Polda Bali, bekerja sama dengan perusahaan transportasi Covin PT Antar Bangsa.
Dengan proses pemulangan ini, jenazah Juliana Marins akhirnya dipulangkan ke kampung halaman untuk dimakamkan di Brasil.
Hasil Autopsi
Hasil autopsi jenazah Juliana Marins (27), wisatawan asal Brasil yang jatuh di lereng puncak Gunung Rinjani, akhirnya diumumkan oleh RSUD Bali Mandara, Jumat 27 Juni 2025.
Dokter forensik RSUD Bali Mandara, dr Ida Bagus Putu Alit, DMF. Sp.F, menjelaskan bahwa autopsi dilakukan pada Kamis malam, 26 Juni 2025, pukul 22.00 WITA, segera setelah jenazah tiba.
Hasil pemeriksaan menunjukkan luka lecet geser di hampir seluruh tubuh korban, terutama di punggung, kepala, dan anggota gerak. Luka ini mengindikasikan bahwa tubuh korban tergeser oleh benda-benda tumpul saat jatuh.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.