Kementerian Perindustrian Tanamkan Strategi Branding Bagi Wirausaha Industri Baru di BDI Denpasar
Kementerian Perindustrian Tanamkan Strategi Branding Bagi Wirausaha Industri Baru di BDI Denpasar
Penulis: Adrian Amurwonegoro | Editor: Putu Kartika Viktriani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kementerian Perindustrian TERUS mencetak wirausaha industri baru, melalui Balai Diklat Industri (BDI) Denpasar yang difokuskan untuk berkontribusi menghasilkan SDM (Sumber Daya Manusia) industri dan technopreneur muda yang siap bersaing di era digital.
Menurut data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, sektor ekonomi kreatif menyumbang 7,44 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional.
Menyerap lebih dari 14 persen tenaga kerja, dan memberi kontribusi hampir 13,8 persen terhadap ekspor nasional.
Meski begitu, kurang dari sepertiga pelaku industri kreatif di Indonesia memiliki strategi branding yang terarah.
Kepala BDI Denpasar, Arga Mahendra terus mendorong tumbuhnya SDM industri yang adaptif terhadap perubahan zaman sebagaimana kebutuhan industri kreatif untuk semakin terarah.
“Gedung Animasi tempat kita berada ini bukan sekadar ruang pelatihan dan pembinaan SDM kewirusahaan industri," kata Arga di Kantor BDI Denpasar, Bali, pada Jumat 18 Juli 2025.
"Tetapi kami siapkan sebagai ruang kreatif tempat bertemu bagi para wirausahawan serta pelaku industri digital dan visual branding, yang terus didukung untuk melahirkan talenta dan karya unggulan dari Bali,” jabarnya.
Arga menjelaskan, pelaksanaan program pelatihan Deep Dive Corporate Master Class: Branding ini merupakan kolaborasi BDI Denpasar bersama Starfindo, Kinaya dan Indogo.
BDI Denpasar menghadirkan salah satu narasumber yang dihadirkan di BDI Denpasar adalah Julius Widiantoro, sosok di balik branding produk ternama di Indonesia seperti Kopiko Signature, Prochiz, Prima, Emeron, dan Hydro Coco.
“Kami berharap kegiatan pelatihan ini tidak hanya menambah pengetahuan teknis, tetapi juga menjadi titik balik lahirnya merek-merek lokal yang kuat dan mendunia dari tangan-tangan kreatif para peserta,” kata Arga.
“Para peserta dapat belajar langsung dari para ahli, misalnya mengenai cara membangun fondasi branding yang kuat, otentik, dan relevan, agar bisnisnya tidak hanya terlihat, tetapi juga melekat di hati pelanggan,” bebernya.
Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Industri (BPSDMI) Masrokhan, menyampaikan data statistik BPS tersebut cukup menggembirakan karena langkah pemerintah untuk meningkatkan rasio kewirausahaan.
"Mulai menampakkan hasil dan kita berharap akan terus meningkat di tahun-tahun mendatang walaupun kita tahu situasi saat ini semakin ketat dan dinamis,” ujar Masrokhan.
Kepala BPSDMI mendorong inisiasi BDI Denpasar dalam upaya pengembangan wirausaha industri baru, misalnya melalui penyelenggaraan program pelatihan bertajuk Deep Dive Corporate Master Class: Branding.
Melalui pelatihan berbasis kompetensi dan pendampingan intensif, kami yakin akan tumbuh wirausaha industri baru yang berkontribusi terhadap ekonomi lokal dan nasional,” ungkap Masrokhan.
Isi komentar sepenuhnya adalah tanggung jawab pengguna dan diatur dalam UU ITE.