Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Berita Bali

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pastikan Ketersediaan Beras di Bali Surplus

Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Pastikan Ketersediaan Beras di Bali Surplus

Tribun Bali/Adrian Amurwonegoro
Tim Satgas Pangan melakukan sidak beras di Kota Denpasar, Bali, pada Selasa 22 Juli 2025. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali, I Wayan Sunada, memastikan secara umum ketersediaan beras di Bali dalam kondisi surplus, tidak terpengaruh dengan maraknya isu beras oplosan.

Sebagaimana disampaikan Wayan Sunada yang turut serta dalam sidak bersata Tim Satgas Pangan Polda Bali di sejumlah tempat distribusi beras di Kota Denpasar, Bali, pada Selasa 22 Juli 2025. 

“Kebutuhan beras di Bali mencapai sekitar 418.000 ton per tahun dan saat ini stok kami mencukupi,” ujarnya.

Baca juga: SOSOK Komang Triska, Jadi Perjalanan Terakhir di Tigawasa Buleleng, Maut Kecelakaan Siswi SMA

Apalagi dengan program Luas Tambah Tanam (LTT) yang ditargetkan mencapai 155 ribu hektare dan estimasi produksi 6 ton per hektare, Bali diprediksi mampu menghasilkan lebih dari 800 ribu ton gabah kering, atau sekitar 600 ribu ton beras.

Pangan strategis di Bali terdapat 10 jenis yang terdiri dari beras, jagung, bawang merah, bawang putih, cabe rawit, cabe besar, telur ayam, daging ayam, aging babi dan daging sapi.

Baca juga: SOSOK GEK DIAH! Jadi Penyelamat Gadis Bangli di Jembatan Tukad Bangkung Saat Ingin Ulah Pati

“Dengan potensi itu, stok beras di Bali seharusnya aman. Dari 10 komoditas pangan strategis nasional, hanya bawang putih yang masih defisit. Selebihnya, termasuk beras, berada dalam kondisi surplus,” jelasnya.


Sunada memastikan, tim Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Provinsi Bali juga telah melakukan pemantauan di sejumlah pasar dan belum menemukan indikasi adanya pengoplosan beras.


Hasil temuan dari pengecekan lapangan juga menunjukkan bahwa harga beras masih berada dalam kisaran wajar. 


“Beras premium yang ditemukan di supermarket maupun pasar tradisional memiliki kualitas baik dan dijual sesuai dengan Harga Eceran Tertinggi (HET), yaitu sekitar Rp16.000 per kilogram,” ujar dia.


Dengan temuan ini, masyarakat Bali diharapkan tetap tenang dan tidak terpancing isu yang belum terbukti kebenarannya. 


Pemerintah Provinsi Bali dan Satgas Pangan terus melakukan pemantauan rutin guna menjamin keamanan pangan bagi seluruh warga.


"Beras medium memiliki karakteristik berbeda, seperti tingkat patahan tinggi, yang tidak mungkin disamarkan dalam kemasan premium tanpa diketahui," bebernya.


Jika ditemukan praktik curang di lapangan, kata Sunada, pihaknya siap menyerahkan proses hukum kepada Polda Bali


"Dengan viralnya beras oplosan, Dinas Pertanian telah menurunkan enumerator untuk melakukan pengecekan rutin terhadap kualitas dan harga beras di pasar-pasar Bali," tuturnya.


"Kami pastikan beras oplosan tidak ada di Bali, mungkin di luar Bali terjadi, di Bali kami punya petugas khusus untuk menjaga hal tersebut tidak terjadi," pungkasnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved