Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Seputar Bali

Ancaman Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar Karam, Pengamat Sebut Perlu Uji Kelayakan Tambahan

Pengamat Tata Ruang Perkotaan, Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain menyebut perlu uji kelayakan tambahan soal kapal cepat baru rute Banyuwangi-Denpasar.

Tayang:
Tribun Bali/Putu Supartika
PERDANA - Penyeberangan perdana kapal Express Bahari dari Banyuwangi - Denpasar. Ancaman Kapal Cepat Banyuwangi-Denpasar Karam, Pengamat Sebut Perlu Uji Kelayakan Tambahan 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Pengamat Tata Ruang Perkotaan, Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain menyebut perlu uji kelayakan tambahan soal kapal cepat baru rute Banyuwangi-Denpasar.

Akademisi ini mengungkapkan bahwa diperlukan pengujian yang lebih mendalam terutama di bagian kemampuan mesin, ketahanan dek ataupun kerangka kapal.

Selain soal internal kapal, Prof. Dr. Ir. Putu Rumawan Salain juga menyinggung soal ketersediaan pelampung karena kehadiran ini bisa menyelamatkan banyak jiwa.

“Dengan demikian menurut saya yang pertama memang harus kelayakan daripada kapal cepat itu, kan memang harus diuji dulu oleh institusi yang berwenang, baik kemampuan mesinnya, ketahanan dek ataupun kerangka kapal kemudian persyaratan-persyaratan pelampung,” jelasnya pada, Rabu 23 Juli 2025. 

Baca juga: Rekam Jejak A.A Ayu Ketut Agung: Penata Rias Legendaris Bali, Sempat Rias Alm. Ani Yudhoyono

Lebih lanjut ia mengatakan jika sekarang ini sudah ada uji coba pada kapal tersebut, pastinya sudah melalui proses dan tidak bisa abal-abal atau langsung diberangkatkan.

Kapal Express Bahari saat bersandar di Pelabuhan Serangan Denpasar.
Kapal Express Bahari saat bersandar di Pelabuhan Serangan Denpasar. (TRIBUN BALI/ I PUTU SUPARTIKA)

Baca juga: INFO Hoax Beredar Ihwal Surat Panggilan Tes Rekrutmen, PLN UID Bali : Informasi Itu Sangat Sesat

Menurutnya yang paling terpenting adalah bagaimana nanti terdapat keberlanjutan antara pemerintah Denpasar dan Banyuwangi atau perjanjian di antara pihak itu sehingga dengan demikian bukan hanya soal keamanan di laut bukan tetapi juga keamanan dari sisi-sisi yang lain termasuk menumbuhkan perekonomian.

Sebab ia yakin pasti akan ada sektor-sektor jasa lain tumbuh yang akan mendukung perkembangan kapal cepat ini di kemudian hari. 

Sementara untuk pelampung pada kapal, mestinya harus ada imbauan karena kapal ini pasti terkelola dengan lebih profesional.

Tempat pelampung untuk penumpang juga sebaiknya diletakkan di tempat yang mudah digapai.

Kalau perlu saat berangkat, penumpang kapal sudah dibekali pelampung lalu saat turun pelampung dikumpulkan lagi. 

Baca juga: MASUK Jurang Mobil Grandmax Saat Ditinggal Sembahyang, Kecelakaan Tunggal di Kubutambahan 

“Kalau tidak, nanti di dalam keadaan panik orang berebut tidak ingat tempat pelampungnya kemudian berebut dan kerumunan yang makin berbahaya, jadi bagus juga kalau idenya saya tidak tahu itunya kan ada SOP mereka di kapal ya, untuk melakukan itu,” terangnya. 

Terlebih dalam bayangannya jalur laut melalui arah selatan biasanya gelombang arusnya cukup besar.  

Terkadang jika dilihat dari perkiraan cuaca di BMKG ketinggian gelombang dapat mencapai 2 meter.

Kendati demikian, ia meyakini nahkoda sudah mengetahui jalur yang mana yang bisa dilakukan, dilalui dengan baik sama dapat dilalui.

Menurutnya, kapal cepat rute Denpasar Banyuwangi ini dapat melakukan studi tiru pada fast boat Padang Bai menuju Lombok yang sudah lebih dulu beroperasi. (*)

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved