Berita Gianyar

BONGKAR Bale Banjar Ambengan! Pemkab Gianyar Urai Kemacetan di Simpang 3 Patung Arjuna Ubud

Menurut Mahayastra, dengan adanya pelebaran jalan di kawasan Balebanjar Ambengan itu, jalur menuju ke arah Tampaksiring tidak lagi macet.

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Bupati Gianyar, I Made Mahayastra. Urai Kemacetan, Pemkab Gianyar Bongkar Bale Banjar Ambengan Ubud Bali 

TRIBUN-BALI.COM  - Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Gianyar, melakukan pelebaran Jalan Ambengan, Desa Peliatan, Kecamatan Ubud yang selama ini menjadi jalur alternatif ke Tampaksiring.

Hal ini untuk mengurai kemacetan di simpang tiga patung Arjuna, Kecamatan Ubud. Dalam proses pelebarannya nanti, pemkab akan melakukan penggusuran Balebanjar Ambengan dan bangunan lainnya.

Dengan penggusuran tersebut, jalan tersebut akan mengalami pelebaran lagi 3-4 meter. “Kemacetan tak bisa kita vonis berasal dari satu sektor saja, seperti banyaknya transportasi online.

Namun jujur, kondisi jalan kita di Gianyar kecil. Sementara terjadi peningkatan kendaraan luar biasa perkembangannya,” kata Bupati Gianyar, I Made Mahayastra, Senin (28/7).

“Yang kita lakukan sekarang, walaupun mungkin tak bisa mengurangi 100 persen kemacetan, mungkin 10 persen, 20 persen, yaitu kita lakukan dengan pengaturan, penempatan satgas, itu sudah kita lakukan,” tambahnya.

Baca juga: NEKAT ke Jepang Usai Lamaran Selalu Ditolak, Gede Dharma: Entah Bagaimana Standar Dalam Negeri!

Baca juga: MENDIANG Nengah Sudana Ternyata Tulang Punggung Keluarga, Korban Tajen Maut di Kesiman Denpasar

“Dan di Tahun Anggaran Perubahan 2025 ini, kita pasang anggaran untuk pembebasan lahan, dari jalan Peliatan ke utara sampai ke timur (arah Pejeng), dianggarkan puluhan miliar. Ada rumah kita bongkar, ada Balebanjar Ambengan juga kita bongkar untuk pelebaran jalan," ujar Mahayastra.

Menurut Mahayastra, dengan adanya pelebaran jalan di kawasan Balebanjar Ambengan itu, jalur menuju ke arah Tampaksiring tidak lagi macet. Selain pelebaran jalan tersebut, Mahayastra juga akan melakukan pelebaran setiap persimpangan di Ubud

Program jalan ini, kata Mahayastra, menyebabkan APBD Perubahan 2025 mengalami defisit anggaran mencapai Rp 220 miliar. “Kenapa defisit kita tinggi, itu karena belanja infrastruktur. Dari definisi Rp 220 miliar itu, di dalamnya ada 80 infrastruktur proyek jalan di sana,” tegasnya.

Terkait pelebaran jalan yang akan menggusur Balebanjar Ambengan ini, Mahayastra mengatakan akan menggantinya dengan balebanjar baru.

“Balebanjar Ambengan kita ganti dengan bangunan yang baru di sebelah utaranya yang tanahnya milik Pemkab Gianyar. Saat ini sudah proses, dari appraisal, pembayaran, begitu itu clear kita kerjakan,” tandasnya.

Kelian Banjar Ambengan, Ida Bagus Putu Erawantara saat dikonfirmasi membenarkan hal tersebut. Kata dia, sosialisasi terkait penggusuran tersebut sudah diterimanya. Saat ini menunggu disampaikan ke masyarakat.

Namun ia menyatakan masyarakat telah menyetujui pelebaran jalan yang menggusur balebanjar. “Sosialisasi sempat. Menunggu disampaikan ke masyarakat. Tetapi dari masyarakat sudah sepakat,” ujarnya.

Erawantara mengatakan, balebanjar yang digusur tersebut memiliki luas sekitar 1 are. Ia mengatakan, saat ini pihaknya telah memiliki balebanjar baru.

Di mana balebanjar yang akan digusur tersebut merupakan balebanjar lama. “Kami sudah ada balebanjar. Di lokasi pelebaran itu eks balebanjar yang dipakai untuk kontrakan ruko. Intinya, masyarakat kami mendukung program pelebaran jalan ini,” tegasnya.

Sementara itu, Dinas Perhubungan (Dishub) Kabupaten Gianyar fokus di kawasan pinggiran Kecamatan Ubud. Adapun kawasan pinggiran Ubud, meliputi Jalan Raya Peliatan, Jalan Raya Teges, Jalan Raya Mas, Jalan Raya Sayan, dan masih banyak lagi. Meskipun berada di pinggiran wilayah pariwisata. Namun kemacetan parah yang terjadi di kawasan tersebut.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved