Berita Gianyar

Masalah Kemacetan, Dishub Gianyar Kini Fokus ke Pinggiran Ubud Bali

Salah satu rekayasa yang sudah dilakukan, dan berdampak positif adalah pengalihan arus di simpang tiga Utara Pasar Tradisional Sayan. 

Tribun Bali/I Wayan Eri Gunarta
Kadishub Gianyar, I Made Arianta - Masalah Kemacetan, Dishub Gianyar Kini Fokus ke Pinggiran Ubud Bali 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Kecamatan Ubud, Kabupaten Gianyar, Bali, bukan hanya daerah tujuan pariwisata. 

Namun Ubud juga merupakan akses lalu lintas antar kabupaten/kota di Bali

Hal tersebut menyebabkan kemacetan parah hampir terjadi setiap hari. 

Sebab, selain karena besarnya mobilitas kendaraan pariwisata, mobilitas kendaraan barang juga tinggi.

Baca juga: Jadi Jalur Bebas Hambatan, Kapal Cepat Banyuwangi Denpasar Pangkas Jalur Macet ke Gilimanuk Bali

Adapun kawasan pinggiran Ubud yang dimaksud ini, meliputi Jalan Raya Peliatan, Jalan Raya Teges, Jalan Raya Mas, Jalan Raya Sayan, dan masih banyak lagi.

Meskipun berada di pinggiran wilayah pariwisata. 

Namun kemacetan parah yang terjadi di kawasan tersebut menjadi salah satu momok, bukan hanya terhadap perekonomian pariwisata, tetapi juga pergerakan ekonomi secara umum.

Kepala Dinas Perhubungan Gianyar, I Made Arianta, Senin 28 Juli 2025 mengatakan, terkait kemacetan, di tahun 2024, Dinas Perhubungan Gianyar fokus di areal dalam atau pusat pariwisata Ubud, meliputi Jalan Raya Ubud hingga Jalan Raya Monkey Forest. 

Tindakan yang dilakukan adalah melarang dan menindak kendaraan yang parkir di bahu jalan. 

"Selain larangan parkir, kami juga melakukan sejumlah rekayasa lalu lintas, seperti di Catus Pata Ubud, meskipun tidak signifikan mengurangi kemacetan, namun setidaknya perubahan cukup terasa," ujar Arianta.

Tahun ini, Arianta mengatakan, Dishub Gianyar menyasar untuk mengurai kemacetan di pinggiran Ubud

Salah satu rekayasa yang sudah dilakukan, dan berdampak positif adalah pengalihan arus di simpang tiga Utara Pasar Tradisional Sayan. 

"Di Sayan sudah kita rekayasa, kendaraan dari arah Utara tidak boleh lagi masuk ke barat pasar. Dan, saat ini kemacetan sudah mulai terurai," ujarnya.

Dirinya pun telah menyiapkan rekayasa lalu lintas di simpang empat Peliatan. Rencananya, kendaraan dari arah Tebesaya, tidak boleh lagi ke arah timur atau selatan. Hanya boleh ke Utara. 

Sebab selama ini, kemacetan di sana terjadi karena kendaraan dari Tebesaya memotong jalan ke Timur atau Selatan, yang menyebabkan kendaraan dari arah Selatan dan Utara harus mengantre, sehingga menyebabkan kemacetan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved