Berita Buleleng

Ini Kata Sekda Gede Suyasa Seleksi Terbuka Jabatan Kadisdikpora Diperpanjang Sepekan 

Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa mengungkapkan, proses pendaftaran sudah dibuka sejak 22 Juli 2025.

Penulis: Ady Sucipto | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/ Muhammad Fredey Mercury 
LELANG JABATAN - Sekda Buleleng, Gede Suyasa. Ia mengatakan pendaftaran  seleksi terbuka jabatan Kepala Disdikpora Buleleng diperpanjang karena pelamarnya kurang, Rabu (6/8). 

TRIBUN-BALI.COM, SINGARAJA - Pemerintah Kabupaten Buleleng memperpanjang seleksi terbuka untuk Jabatan Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora). Perpanjangan pendaftaran dikarenakan jumlah pelamar kurang dari batas minimal. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Buleleng, Gede Suyasa mengungkapkan, proses pendaftaran sudah dibuka sejak 22 Juli 2025.

Hingga penutupan pendaftaran pada Selasa (5/8) malam, jumlah pelamar hanya ada dua orang. 

Baca juga: BUTUH Rp64 Miliar Meterisasi 6000 PJU, Dishub Buleleng Genjot Meterisasi PJU Tiap Tahun

"Dua orang pelamar ini dari internal Disdikpora. Karena jumlah pelamarnya hanya dua orang, maka pendaftaran diperpanjang hingga sepekan ke depan," ungkapnya, Rabu (6/8/2025). 

Kata Sekda Suyasa, pihaknya mencari minimal empat pelamar. Selanjutnya para pelamar akan mengikuti tes tulis dan wawancara yang dilakukan panitia seleksi (pansel) terbuka Jabatan Pimpinan Tinggi Pratama (JPT) Kabupaten Buleleng.

"Panitia seleksinya kami (Sekda), Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), kalangan independen dan akademisi," sebutnya. 

Hasil seleksi peserta selanjutnya akan dilakukan perankingan. Di mana ranking tiga besar akan diusulkan ke Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk meminta persetujuan teknis (pertek). "Setelah pertek turun, Bupati akan memilih mana yang akan dijadikan kepala dinas," imbuhnya. 

Lantas apabila hingga sepekan ke depan jumlah pelamar tidak ada penambahan, Sekda Suyasa mengatakan perpanjangan bisa dilakukan hingga tiga kali. Namun apabila tetap tidak ada pelamar, maka akan diajukan diskresi ke BKN untuk tetap melanjutkan proses seleksi, walaupun hanya dua pelamar.

"Targetnya akhir Agustus sudah selesai semua. Sehingga pelantikan bisa dilakukan awal November," harapnya. 

Baca juga: Baru Terjun ke Politik, Dewa Rahardi Langsung Nahkodai DPD PSI Buleleng

Untuk diketahui, kekosongan JPT di Kabupaten Buleleng sudah terjadi sejak tiga tahun lalu. Hingga saat ini total ada 14 jabatan kosong. 

Rinciannya, dua jabatan staf ahli Bupati, Asisten II Setda Buleleng, Asisten I Setda Buleleng, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (PMD), Kepala Dinas Pendidikan Pemuda dan Olahraga (Disdikpora), Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes), Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Pendapatan daerah (BPKPD). 

Selain itu jabatan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran dan Penyelamatan, Kepala Dinas Lingkungan Hidup (DLH), Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM), Sekretaris DPRD Buleleng, dan Kepala Dinas Tenaga Kerja (Disnaker), Dinas Penanaman Modal Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP). (mer)

Bisa Diikuti Pelamar dari Kabupaten Lain

Sementara, Sekda Buleleng Gede Suyasa mengatakan, pengisian JPT sisanya akan dilakukan melalui Sistem Informasi Manajemen Talenta (Simata).

Alasan mengapa hanya di Disdikpora pengisian jabatan dilakukan secara seleksi terbuka, lantaran pelamar yang memenuhi syarat di OPD tersebut jumlahnya terbatas. 

"Karena hal inilah, pak bupati mencoba sekiranya ada pelamar dari berbagai OPD atau ASN dari luar Buleleng. Karena seleksi terbuka bisa diikuti pelamar dari kabupaten lain. Bahkan provinsi lain juga bisa melamar," tandasnya. (mer)

 

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved