Berita Bali

Lokasi Pelabuhan Untuk Water Taxi Dari Bandara Ngurah Rai Bali Ke Canggu Masih Dikaji

Samsi mengungkapkan bahwa layanan water taxi ini sedang dalam tahap kajian. Termasuk pembangunan pelabuhannya. 

Istimewa/Humas Pelindo 3
Setelah diresmikan sejumlah tamu undangan mencoba Water Taxi Bali Marine. Ciptakan Ekosistem Pariwisata Berkualitas dan Berkelanjutan, Pelindo Resmikan Water Taxi Bali Marine 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR — Penerapan water taxi dari Bandara Internasional I Gusti Ngurah Rai menuju destinasi wisata Canggu kini masih dikaji oleh Kementerian Perhubungan (Kemenhub) sebagai alternatif kurangi kemacetan di Bali.

Kepala Dinas Perhubungan Bali, Samsi Gunarta menjelaskan, Dishub Bali mendukung Kemenhub dan ASDP terkait kajian penerapan water taxi ini. 

Menurutnya, kehadiran water taxi akan menjadi salah satu alternatif layanan guna mempercepat perjalanan penumpang dari Bandara Internasional Ngurah Rai menuju Kawasan Canggu

“Sebab, jalur ini sangat macet yang bisa memakan waktu tempuh 1,5-2 jam. Sehingga, dengan water taxi ini perjalanan hanya 15-20 menit. Kita support ke Kemenhub dan ASDP," kata Samsi, Sabtu 9 Agustus 2025. 

Baca juga: Adi Arnawa Ingin Tiru Sydney, Tangani Kemacetan, Rancang Transportasi Laut Via Water Taxi

Samsi mengungkapkan bahwa layanan water taxi ini sedang dalam tahap kajian. Termasuk pembangunan pelabuhannya. 

Kendati demikian, dikatakan Kemenhub meminta agar layanan water taxi ini mulai beroperasi akhir tahun 2025.

"Permintaan Pak Menteri Perhubungan akhir tahun ini. Lokasi Pelabuhan masih dikaji," tandasnya.

Sambutan yang baik mengenai water taxi ini juga datang dari Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Provinsi Bali

Ketua MTI Bali, Rai Ridharta, menilai keberadaan water taxi dapat menambah variasi layanan transportasi untuk masyarakat. 

Dikatakan, keberadaan water taxi ini dimaksudkan untuk mengurangi kepadatan lalu lintas di darat untuk penumpang bandara yang melintasi rute Bandara - Canggu yang selama ini macet parah. 

Wisatawan akan memiliki banyak pilihan dalam menggunakan transportasi ketika turun di Bandara. 

Baik menggunakan jalur darat, rel dengan adanya subway, maupun lewat jalur laut melalui water taxi.

Sementara itu, Pengamat Tata Ruang dari Universitas Warmadewa (Unwar), Prof. Putu Rumawan Salain, mengapresiasi niat dari pemerintah pusat untuk membangun jejaring water taxi di Pulau Dewata. 

Rumawan menyoroti pesatnya pembangunan di Bali, khususnya di bidang pariwisata yang menjadi salah satu pemantik terjadinya kemacetan di lini-lini jalan Bali bagian selatan. 

Ide yang dicetuskan AHY tersebut dianggap dapat menjadi angin segar bagi kelancaran transportasi Bali.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved