Sponsored Content

Gelar Musda Ke-XVI, PRSSNI Bali Bersiap Hadapi Disrupsi Digital

Nyoman Agus Satuhedi mengatan Musda merupakan bukti nyata semangat kebersamaan memajukan radio khususnya di Bali.

Tribun Bali/Putu Supartika
Pelaksanaan Muda ke-XVI Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Bali . Gelar Musda Ke-XVI, PRSSNI Bali Bersiap Hadapi Disrupsi Digital 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Persatuan Radio Siaran Swasta Nasional Indonesia (PRSSNI) Bali menggelar Musyawarah Daerah (Musda) ke-XVI di Denpasar, Kamis, 28 Agustus 2025.

Musda ini mengangkat tema sinergi, inovasi dan kolaborasi memantapkan peran PRSSNI Bali menghadapi disrupsi digital.

Ketua Panitia Musda, Ni Made Anie Samba mengatakan, lewat Musda ini menunjukkan jika radio masih tetap eksis dan relevan sepanjang masa dan selalu beradaptasi.

Dalam Musda ini PRSSNI Bali akan menjaga eksistensi peran radio masa kini dan masa depan.

Baca juga: Buka Musda Hanura Bali, OSO Puji Koster Sebagai Petarung dan Cerdik

"Kami memegang teguh dua pilar, yakni sinergi inovasi, dan kolaborasi," paparnya.

Musda ini dihadiri seluruh perwakilan radio anggota PRSSNI dari seluruh Bali.

Diharapkan Musda ini menghasilkan rekomendasi strategis untuk ke depan dalam mempertahankan eksistensi radio dan juga menghasilkan pengurus baru.

Ketua PRSSNI Bali, Nyoman Agus Satuhedi menambahkan, Musda merupakan bukti nyata semangat kebersamaan memajukan radio khususnya di Bali.

"Kami tetap dekat dan akrab dengan masyarakat Bali. Radio tidak hanya penghibur dan memberikan informasi tapi penjaga kearifan lokal, penguat identitas budaya dan jembatan komunikasi antara pemerintah, dunia usaha dan masyarakat," paparnya.

PRSSNI berkomitmen untuk menyajikan konten berkualitas, edukatif dan, mencerminkan nilai luhur bangsa.

Selama masa kepengurusannya, pihaknya berhasil melaksanakan program akademi radio pertama hingga ketiga dan jadi program nasional.

Melalui Musda ini dirumuskan lima hal yakni strategi dalam menjaga eksistensi dan kompetensi radio, meningkatkan kualitas SDM melalui latihan dan sertifikasi, mendorong konten lokal kreatif inovatif berakar budaya Bali, meningkatkan kolaborasi, serta sinergi radio dan platform digital.

Ketua Umum PRSSNI, Muhammad Rafiq menyebut, kue iklan dan angka pendengar radio mengalami penurunan. 

Akibatnya beberapa radio terpaksa melakukan efisiensi dengan berbagai cara dari pengurangan power pemancar, luasan kantor, bahkan mengurangi personel. 

"Pola konsumsi media berubah, persaingan berubah dan cara orang memasang iklan juga berubah. Dulu sesama radio, sekarang saingannya platform digital," paparnya.

Halaman
12
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved