Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sponsored Content

UPMI Bali Hidupkan ‘Bima Swarga’, Tafsir Sastra dalam Sendratari Sarat Makna

Tata musik tak sekadar mengiringi gerak, tetapi membangun suasana tiap adegan, mengatur ritme tari, hingga menegaskan karakter tokoh. 

Tayang:
Istimewa
Pementasan ini hadir dalam ajang Bulan Bahasa Bali VIII di Gedung Ksirarnawa, Taman Budaya Provinsi Bali, Kamis 5 Februari 2026. UPMI Bali Hidupkan ‘Bima Swarga’, Tafsir Sastra dalam Sendratari Sarat Makna 

Simbol kupu-kupu dihadirkan di awal, tengah, hingga akhir pergelaran—termasuk pada adegan peperangan Cikrabali—sebagai metafora spirit leluhur yang memberi jalan dan kekuatan bagi keturunan. 

“Atma Kerthi adalah pemuliaan dan pemurnian jiwa. Dalam konteks Bima Swarga, intinya adalah nyupat Pandu dan Dewi Madri agar dilinggihkan dan diupacarai,” jelasnya.

Koordinator pergelaran I Gede Gusman Adi Gunawan menyebut, pementasan ini melibatkan 53 orang—terdiri dari 33 penari dan 23 penabuh—melibatkan mahasiswa dan dosen. 

Garapan dikreatori Gung Ade Dalang (konseptor), Dek Gung (koreografer), dan Ketut Lanus (komposer). 

Meski menghadapi kendala jadwal praktik perkuliahan mahasiswa semester ganjil, proses kreatif tetap berjalan solid.

Mahasiswa juga diberi ruang sebagai penata gerak di bawah bimbingan dosen. 

Selain pengalaman artistik, karya ini menjadi ajang apresiasi dan pembelajaran kolaboratif lintas peran.

Lewat Bima Swarga, UPMI Bali tak sekadar memanggungkan kisah klasik, tetapi menegaskan kembali makna Atma Kerthi—bahwa pemuliaan jiwa dan ingatan pada leluhur tetap relevan, bahkan di tengah zaman yang terus berubah.

Kumpulan Artikel Bali

Sumber: Tribun Bali
Halaman 2/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved