Sponsored Content
Diskusi Sastra Paguneman Pangawi Bali, Bahas Nasib Bahasa Bali Dari Sentuhan Teknologi
Melainkan mampu memberikan dampak nyata terhadap peningkatan jumlah penutur Bahasa Bali, khususnya di kalangan generasi muda.
Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Anak Agung Seri Kusniarti
Berata menegaskan bahwa pelestarian bahasa Bali harus dimulai dari lingkungan keluarga. Pembiasaan anak-anak bertutur menggunakan bahasa ibu sejak dini menjadi fondasi penting, tanpa mengabaikan penguasaan bahasa nasional maupun bahasa asing di sekolah.
“Bahasa Bali harus hidup dalam percakapan sehari-hari di rumah. Dari situlah kecintaan dan kebanggaan terhadap bahasa ibu akan tumbuh,” katanya.
Melalui diskusi rutin, evaluasi berkala, serta inovasi berbasis teknologi, bahasa dan sastra Bali modern diharapkan mampu terus berkembang secara adaptif tanpa kehilangan nilai-nilai tradisi yang menjadi ruh kebudayaan Bali. Evaluasi yang konkret dan langkah strategis dinilai menjadi kunci agar bahasa Bali tidak hanya lestari sebagai simbol, tetapi juga hidup sebagai praktik dalam keseharian generasi penerus.
Diskusi berjalan hangat tersebut diikuti para Panyuluh Bahasa Bali kabupaten kota dan guru-guru Bahasa Bali.
| Wabup Badung Hadiri Metatah Massal di Pura Prajapati Desa Adat Sobangan |
|
|---|
| Wawali Arya Wibawa Ngaturang Bhakti Serangkaian Pujawali di Pura Swagina Taman Sari |
|
|---|
| Bimtek Administrasi dan Pola Asuh Anak, Ketua TP PKK Badung: Anak Adalah Generasi Penerus Bangsa |
|
|---|
| Wabup Badung Hadiri Melaspas Gong Kebyar di Banjar Silayukti: Lestarikan Warisan Budaya Bali |
|
|---|
| Dorong Layanan Kesehatan Cepat, Mudah dan Nyata, Bupati Adi Arnawa Evaluasi ‘Mantap Nak Badung’ |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Diskusi-sastra-mengangkat-tema-Paguneman-Pangawi-Baliv.jpg)