Berita Bali

Dihadapkan Dengan Ancaman Resesi Global, Bali Disarankan Jangan Pilih Wisatawan Yang Datang

Ancaman Resesi Global tengah mengintai, Bali disarankan jangan pilih-pilih wisatawan yang datang berkunjung.

Penulis: Ni Luh Putu Wahyuni Sari | Editor: Putu Kartika Viktriani
Tribun Bali/ Angga
Ilustrasi Wisatawan di Tanah Lot Bali - Dihadapkan Dengan Ancaman Resesi Global, Bali Disarankan Jangan Pilih Wisatawan Yang Datang 

TRIBUN BALI.COM, DENPASAR - Ancaman resesi global yang diperkirakan akan terjadi pada Tahun 2023 mendatang tentu saja akan berdampak pada Pulau Bali yang baru saja akan bangkit setelah dihantam pandemi Covid-19. Mengenai hal tersebut pelaku pariwisata, khususnya diminta jeli melihat negara-negara yang tingkat resesinya rendah dalam melakukan promosi.

Pengamat Pariwisata Prof. Dr. Drs. I Putu Anom, B.Sc., M.Par, menjelaskan meski tidak separah pandemi covid-19, resesi global akan berpengaruh terhadap kunjungan wisatawan ke Bali, karena pasar utamanya adalah wisman. 

“Orang boleh melakukan perjalanan sepanjang masih punya bekal. Berbeda dengan pandemi yang memang perjalanan tidak boleh dilakukan,” jelasnya pada, Rabu 5 Oktober 2022. 

Dengan itu, Ketua Ikatanan Cendikiawan Pariwisata Indonesia (ICPI) Wilayah Bali ini juga menyarankan, agar jeli melihat negara-negara yang resesinya kecil sehingga memiliki peluang untuk berpergian.

Empat negara yang memiliki kunjungan tertinggi ke Bali diantaranya Australia, India, Jepang dan China diharapkan tidak mengalami resesi yang tinggi, sehingga masih memberi peluang. 

“Empat negara besar itu, mudah-mudahan tidak resesi. Ekonominya masih eksis,” tambahnya.

Lebih lanjut dikatakannya, dalam kondisi seperti ini, Bali disarankan tidak memilih wisatawan yang datang.

Sekecil apapun peluang kedatangan wisatawan, diharapakannya bisa diterima dan dilayani dengan baik. 

“Kita juga jangan mutlak, memilih wisatawan yang harus mengeluarkan uang banyak. Yang namanya dagang, berbisnis, sekecil apapun yang datang, terima,” imbuhnya.

Baca juga: Hasil Pencarian Wisatawan Hilang Saat Rafting di Ubud Nihil, Petugas DAM Lihat Dayung & Helm Hanyut

Jika melihat data sebelum Covid-19, Guru Besar Universitas Udayana ini mengatakan, lebih dari 65 persen PDRB Bali datang dari pariwisata.

Ini dikatakannya memang sangat rentan dengan pengaruh bencana alam, politik termasuk penyakit atau virus seperti pandemi covid-19 ini.

Saat ini Bali sudah mulai diarahkan untuk menyeimbangkan pendatapatan dari sektor selain pariwisata.

Namun menurutnya, jika pariwisata tidak berkembang di Bali juga akan kesulitan.

Hal ini dikarenakan pariwisata memberikan multiplayer efek yang tinggi bagi Bali.

Mulai dari serapan tenaga kerja, produk pertanian termasuk pemasaran produk lainnya. (*) 

Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved