Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

UMKM Bali

UMKM Shri Yadnya Keben: Peralatan Banten Murah dan Berkualitas di Bali

Shri Yadnya Keben adalah sebuah UMKM yang memfokuskan usahanya pada pembuatan dan penjualan peralatan banten, memenuhi kebutuhan umat Hindu

Penulis: I Made Wira Adnyana Prasetya | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Tribun Bali/I Made Wira Adnyana Prasetya
Luh Sulas, owner Shri Yadnya Keben saat ditemui Tribun Bali 

UMKM Shri Yadnya Keben: Peralatan Banten Murah dan Berkualitas di Bali

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Shri Yadnya Keben adalah sebuah UMKM yang memfokuskan usahanya pada pembuatan dan penjualan peralatan banten, memenuhi kebutuhan umat Hindu dalam beribadah.

Berlokasi di Jl. Tukad Citarum Lc 1 No.100, Renon, Denpasar Selatan, Kota Denpasar, Bali, usaha ini buka setiap hari mulai pukul 11 siang hingga 8 malam.

Baca juga: Dibuka Esok, Denfest ke-17 Diikuti 190 UMKM, Libatkan Ratusan Seniman Bali

Tempat ini menjadi solusi praktis dan terpercaya bagi masyarakat yang membutuhkan perlengkapan sembahyang dengan kualitas terbaik.

Beragam produk ditawarkan di Shri Yadnya Keben, mulai dari keben, bokor, besek, dupa, hingga berbagai perlengkapan banten lainnya.

Selain itu, mereka juga menyediakan souvenir dan parcel yang dapat dipesan untuk keperluan acara seperti pernikahan dan kundangan.

Baca juga: UMKM Gosok Batu Permata: Kerajinan Bernilai Tinggi dari Denpasar

Harga yang ditawarkan sangat terjangkau, mulai dari Rp30.000 hingga Rp200.000, tanpa mengorbankan kualitas.

Usaha ini didirikan oleh Luh Sulas (32 tahun) bersama suaminya pada akhir tahun 2020, di tengah tantangan besar akibat pandemi COVID-19.

Sebagai pasangan yang sebelumnya bekerja di sektor pariwisata, keduanya kehilangan pekerjaan karena dampak krisis tersebut.

Situasi ini mendorong mereka untuk memulai sesuatu yang baru agar tetap bisa bertahan hidup.

“Ide awalnya muncul saat hari raya Galungan dan Kuningan. Saya lihat ada peluang dari peralatan sembahyang seperti keben, lalu berpikir lah saya untuk mulai usaha berjualan alat-alat sembahyang,” ungkap Luh Sulas.

Dengan memanfaatkan keterampilan dasarnya dalam berjualan online, Luh Sulas memulai bisnis ini dari kos-kosan mereka.

Awalnya, usaha tersebut beroperasi melalui platform digital dengan fokus pada pemasaran online.

Dukungan dari suami serta kebutuhan mendesak untuk mencari penghasilan membuat mereka berhasil bertahan dalam kondisi sulit tersebut.

Kini, usaha yang dirintis dari nol ini telah berkembang hingga memiliki toko fisik di Renon, Denpasar.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved