Berita Gianyar
Pro Kontra Pangkalan Ambil Alih Penjualan Gas Melon di Gianyar Bali
Saat ini, harga gas melon di Kabupaten Gianyar mencapai Rp 24 ribu per tabung.
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Putu Dewi Adi Damayanthi
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Gas LPG 3 kilogram atau biasa disebut gas melon, selama ini hampir seperti permata di tengah-tengah kehidupan masyarakat.
Gas subsidi yang awalnya diperuntukkan untuk masyarakat miskin itu, telah menjadi bagian dari kehidupan semua kalangan masyarakat, tak terkecuali kalangan yang berada.
Hal itu tak terlepas dari kepraktisan gas ini. Yakni, tidak memakan banyak tempat dan mudah untuk ditenteng.
Tak jarang dijumpai adanya warga yang sekali datang ke warung, mereka memboyong 3 sampai 4 tabung gas melon.
Baca juga: Aksi Imam Syafii Curi Gas Melon di Buleleng Terekam CCTV
Kondisi ini pun menyebabkan stok gas melon di pengecer seringan kosong, dan berdampak pada melambungnya harga gas tersebut.
Saat ini, harga gas melon di Kabupaten Gianyar mencapai Rp 24 ribu per tabung.
Karena kelangkaan itu pula, tak jarang pembeli sampai mengejar-ngejar kendaraan agen gas melon yang kebetulan dilihatnya.
Bahkan mereka sampai memelas pada sopir agen tersebut agar diberikan satu tabung saja.
Hal itu dituturkan oleh seorang ibu rumah tangga, Ni Putu Sukasih asal Karangasem yang tinggal di Ubud, Minggu 2 Februari 2025.
Dia menuturkan, sehari sebelumnya ia sampai mendatangi belasan warung untuk mendapatkan gas melon.
"Dari sore sampai malam saya tidak dapat, akhirnya nemu pikup bawa gas melon, saya kejar. Pas berhenti saya minta agar dikasi satu saja, tapi tidak dikasi. Lalu saya kejar terus, saya memelas agar dikasi, akhirnya sopirnya kasihan sama saya, lalu dikasi beli satu tabung, karena katanya gas-gas itu sudah ada list pemesannya," ujarnya.
Terkait penjualan gas melon yang akan diambil alih oleh pangkalan, Sukasih belum bisa berkomentar.
Namun jika hal tersebut memudahkan untuk mendapatkan gas melon, khususnya untuk masyarakat kelas menengah ke bawah, tentu dirinya akan mendukung.
"Kalau bisa lebih mudah dapat, tentu saja dukung. Apalagi bisa dapat lebih murah. Kemarin saya beli Rp 24 ribu satu tabung," ujarnya.
Seorang pedagang eceran, Ni Putu Asri Utami Dewi asal Desa Sayan Ubud mengatakan, dirinya tidak setuju atas peraturan yang tidak memperbolehkan warung kelontong atau eceran menjual gas melon.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/Tabung-gas-melon-di-sebuah-warung-kelontong-di-Ubud-Gianyar-Bali-Minggu-2-Februari-2025.jpg)